Aspek-aspek Kecemasan (skripsi dan tesis)

Deffenbacher & Hazaleus (dalam Ghufron & Risnawita 2011: 143)

mengemukakan bahwa sumber penyebab kecemasan, meliputi hal-hal

dibawah ini sebagai berikut:

1. Kekhawatiran (worry) merupakan pikiran negatif tentang dirinya

sendiri, seperti perasaan negatif bahwa ia lebih jelek dibandingkan

dengan teman-temannya.

2. Emosionalitas (imosionality) sebagai reaksi diri terhadap rangsangan

saraf otonomi, seperti jantung berdebar-debar, keringan dingin, dan

tegang.

3. Gangguan dan hambatan dalam menyelesaikan tugas (task generated

interference) merupakan kecenderungan yang dialami seseorang yang

selalu tertekan karena pemikiran yang rasional terhadap tugas.

Shah (dalam Ghufron & Risnawita 2011: 144), membagi kecemasan

menjadi tiga komponen, yaitu diantaranya:

1. Komponen fisik meliputi pusing, sakit perut, tangan berkeringat, perut

mual, mulut kering, grogi, dan lain-lain.

2. Emosional yaitu perasaan panik dan takut.

3. Mental atau kognitif yaitu berupa gangguan perhatian dan memori,

kekahwatiran, ketidakteraturan dalam berpikir, dan bingung.

Menurut Trismiati (2004) Manifestasi kecemasan terwujud dari empat

hal, yaitu sebagai berikut:

1. Manifestasi kognitif

Yang terwujud dalam pikiran seseorang, seringkali memikirkan

tentang malapetaka atau kejadian buruk yang akan terjadi.

2. Perilaku motorik

Kecemasan seseorang terwujud dalam gerakan tidak menentu seperti

gemetar.

3. Perubahan somatik

Muncul dalam keadaan mulut kering, tangan dan kaki dingin, diare,

sering kencing, ketegangan otot, peningkatan tekanan darah, dan lainlain.

Hampir semua penderita kecemasan menunjukkan detak jantung,

4. Afektif

Diwujudkan dalam perasaan gelisah, dan perasaan tegang yang

berlebihan.