Citra merek merupakan representase dari keseluruhan persepsi
terhadap merek dan di bentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu
terhadap merek itu (Setiadi, 2003). Indikator Brand Image: Kekuatan,
Keunikan, Keunggulan.
Menurut Kotler (2005:69), merek citra (brand image) muncul
bersama produk atau jasa yang sulit dibedakan, atau menilai mutunya, atau
menyampaikan pernyataan tentang pengguna. Strateginya meliputi upaya
menciptakan desain tersendiri, mengasosiasikannya dengan pengguna
selebriti, atau menciptakan citra iklan yang kuat.
Ketika suatu citra merek telah mampu membangun karakter produk
dan memberikan value proposition, kemudian menyampaikan karakter
produk tersebut kepada pelanggannya secara unik, berarti citra merek tersebut
telah memberikan suatu kekuatan emosional lebih dari kekuatan rasional
yang dimiliki oleh produk tersebut. Hal ini akan membuat pelanggan
mengasosiasikan hal positif dalam pikiranya ketika mereka memikirkan
merek tersebut.
Brand image adalah pancaran atau reproduksi jati diri dari suatu
merek. Brand image dapat juga diartikan sebagai persepsi masyarakat
terhadap jati diri sebuah merek (Siswanto, 2004:7).
Indikator citra merek (brand image) :
1) Citra perusahaan
Organisasi yang bersangkutan sebagai produsen produk
sekaligus sebagai evaluasi individu.
2) Citra pemakai
Xian (2011:187) menyatakan citra merek mengacu pada
apakah kepribadian merek tersebut sesuai dengan konsumen.misalnya
gaya hidup dan status sosial.
3) Citra produk
(Surrachman 2008:275) menyatakan bahwa citra produk
adalah suatu pandangan masyarakat terhadap suatu produk atau
kategori suatu produk
