Penerapan etika dalam melakukan bisnis dapat mencerminkan
integritas moral pelaku bisnis atau organisasi agar nama baik pribadi
ataupun organisasi tetap terjaga, sehingga dapat dipercaya oleh
masyarakat. Dengan menjalankan bisnis yang adil dapat mengubah
pandangan seseorang tentang dunia mengenai etika bisnis agar tatanan
kegiatan ekonomi dapat membaik. Dengan tidak adanya etika dalam
bisnis tetu akan menjadikan penguasa dan pebisnis menjadi tidak
terkendali karena mereka akan menghalalkan segala cara untuk
mencapai tujuannya, tentunya hal tersebut tidak patut untuk dilakukan.
Sehingga menerapkan etika dalam menjalankan bisnis sangat
diperlukan. Seperti yang dikemukakan oleh Djakfar (2012:12)
perilaku pelaku ekonomi tidak lepas dari kualitas moralnya. Semakin
teguh dan konsisten memegangi nilai moral, niscaya dia akan semakin
konsisten memperhatikan hak dan kewajiban dalam berekonomi.
Hal ini juga berlaku untuk berbagai industri dan dapat deskriptif
atau normatif dalam disiplin. Adapun etika bisnis perusahaan
memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu
perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta
mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang
tinggi, dimana diperlukan suatu landasan yang kokoh untuk mencapai
itu semua. Dan biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi
yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya
perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan
secara konsisten dan konsekuen. Hasoloan (2018:9), menemukan
bahwa peranan etika bisnis mempengaruhi tingkat kepercayaan atau
trust dari masing-masing elemen dalam lingkaran bisnis. Pemasok
(supplier), perusahaan, dan konsumen, adalah elemen yang saling
mempengaruhi. Masing-masing elemen tersebut harus menjaga etika,
7
sehingga kepercayaan yang menjadi prinsip kerja dapat terjaga dengan
baik
