Etika Bisnis

Menelusuri asal usul etika tak lepas dari asli kata ethos dalam
bahasa Yunani yang berarti kebiasaan (custom) atau karakter
(character).1 Hal ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara
hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang
dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain atau dari satu
generasi ke generasi yang lainnya.2
R.W. Griffin mengemukakan bahwa etika adalah keyakinan
mengenai tindakan yang benar dan salah atau tindakan yang baik atau
buruk yang memengaruhi hal lainnya. Etika ini sangat erat hubunganya
dengan perilaku manusia, khususnya perilaku para pelaku bisnis,
apakah berperilaku etis ataukah berperilaku tidak etis. R.W. Griffin
mengemukakan bahwa perilaku etis adalah perilaku yang sesuai dengan
norma-norma sosial yang diterima secara umum berkaitan dengan
tindakan-tindakan yang bermanfaat dan yang membahayakan.3 Dalam
bahasa Kant, etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk
bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Etika bermaksud
membantu manusia untuk bertindak secara bebas, tetapi dapat
dipertanggungjawabkan.4
Bisnis adalah sebuah aktivitas yang mengarah pada peningkatan
nilai tambah melalui proses penyerahan jasa, perdagangan atau
pengolahan barang (produksi) guna memaksimalkan nilai keuntungan.

Aktivitas bisnis dilakukan sebagai suatu pekerjaan dari seseorang,
atau aktifitas kelompok orang dan atau dilakukan oleh suatu organisasi.5
Banyak orang berniat dan termotivasi menciptakan bisnis untuk
mendapatkan penghasilan. Dalam system kapitalis, bisnis / perusahaan
didirikan untuk mendapatkan laba maksimal.6
Menurut Scholl bisnis adalah aktivitas yang diorganisasi dan diatur
untuk menyediakan barang dan atau jasa kepada konsumen dengan
tujuan mencari laba. Menurut R.W. Griffin bisnis (perusahaan) adalah
organisasi yang menyediakan barang atau jasa dengan maksud untuk
mendapatkan laba.7
Jadi bisnis merupakan suatu lembaga menghasilkan barang dan
jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam hal ini termasuk jasa dari
pihak pemerintah dan swasta yang disediakan untuk melayani anggota
masyarakat. Bisnis berarti sejumlah total usaha yang meliputi pertanian,
produksi, konstruksi, distribusi, transportasi, komunikasi, usaha jasa
dan pemerintahan yang bergerak dalam bidang membuat dan
memasarkan barang dan jasa konsumen.8
Pada dasarnya, etika berpengaruh terhadap para pelaku bisnis,
terutama dalam hal kepribadian, tindakan dan perilakunya. Etika ialah
teori tentang perilaku perbuatan manusia dipandang dari nilai baik dan
buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.9
Etika bisnis kadang – kadang disebut pula etika manajemen ialah
penerapan standar moral ke dalam kegiatan bisnis.10 Etika bisnis adalah
seperangkat nilai tentang baik, buruk, benar dan salah dalam dunia
bisnis berdasarkan pada prinsip – prinsip moralitas. Dalam arti lain,
etika bisnis berarti seperangkat prinsip dan norma di mana para pelaku

bisnis harus komit padanya dalam bertransaksi, berperilaku, dan
berelasi guna mencapai “daratan” atau tujuan – tujuan bisnisnya dengan
selamat.11
Secara sederhana mempelajari etika dalam berbisnis berarti
mempelajari tentang mana yang baik/buruk, benar/salah dalam dunia
bisnis berdasarkan kepada prinsip – prinsip moralitas. Etika bisnis dapat
berarti pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan
bisnis