Dalam penelitian Hussain dan Ali (2015). Cakupan suasana toko ini meliputi
bagian Kebersihan (Cleanliness), Musik (Music), Aroma (Scent), Suhu
(Temperature), Pencahayaan (Lighting), Warna (Color), dan Tampilan atau
Tataletak (Display atau Layout).
- Kebersihan (Cleanliness)
Kebersihan adalah munculnya jaringan toko yang meningkatkan suasana yang
mempengaruhi pelanggan menuju toko. Pelanggan menciptakan kata positif atau
negatif dari mulut tentang gerai toko dengan melihat kebersihan. (Banat dan
Wandebori, 2012) dalam penelitian Hussain dan Ali ( 2015). Kebersihan dapat
meningkatkan atmosfer ( Gajanayake dan Surangi, 2011) dalam penelitian
Hussain dan Ali (2015). Kebersihan toko menciptakan kesan positif di kalangan
konsumen dan membuat mereka tinggal lebih lama di toko. Display produk dan
Kebersihan sangat penting untuk pemilihan gerai. (Wanninayake dan Randiwela,
2007) dalam penelitian Hussain dan Ali (2015). Kebersihan toko menciptakan
citra kenyamanan dan kemewahan dalam pikiran pelanggan karena pelanggan
akan tinggal lebih lama di toko dan membuat lebih banyak pembelian (Yun dan
Baik, 2007) dalam penelitian Hussain dan Ali (2015). - Musik (Music)
Musik dapat didefinisikan sebagai suara yang menyenangkan membuat keputusan
konsumen sadar dan membuat dampak konsumen pada niat pembelian (Banat dan
Wandebori, 2012) dalam penelitian Hussain dan Ali (2015). - Aroma (Scent)
Ada atau tidak adanya aroma di toko memiliki dampak yang nyata pada niat
pembelian konsumen. Scent adalah aroma yang menyenangkan yang
mempengaruhi suasana hati pelanggan dan emosi yang membuat pelanggan tetap
meluangkan banyak waktu dan merasa bersemangat berada di toko (Banat dan
Wandebori, 2012) dalam penelitian Hussain dan Ali (2015). - Suhu (Temperature)
Temperatur atau Suhu adalah variabel atmosfer yang sangat mempengaruhi niat
beli konsumen. Suhu yang sangat rendah atau sangat tinggi menciptakan perasaan
negatif antara pelanggan, itu menyebabkan ketidakpuasan di antara pelanggan
dan akibatnya pelanggan menghabiskan lebih sedikit waktu di toko dan
menghasilkan kata negatif dari mulut (Lam, 2001) dalam penelitian Hussain dan
Ali (2015). - Pencahayaan (Lighting)
Pencahayaan ini digunakan untuk menerangi produk. Ini menciptakan
kegembiraan dan memiliki dampak positif pada perilaku pembelian konsumen
(Mehrabian dan Albert, 1976) dalam penelitian Hussain dan Ali (2015). Ketika
pencahayaan yang digunakan dalam gerai jaringan ritel adalah warna yang baik,
konsumen cenderung untuk menyentuh produk untuk menilai kualitas (Areni dan
Kim, 1994) dalam penelitian Hussain dan Ali (2015). Pilihan konsumen dari toko
ini cukup dipengaruhi oleh pencahayaan dan tata letak toko (Wanninayake dan
Randiwela, 2007) dalam penelitian Hussain dan Ali (2015). Toko dengan tepat
pencahayaan, musik, warna, aroma dan tampilan akan memotivasi pelanggan
untuk mengunjungi toko lagi di masa depan (Yoo, Park, dan MacInnis, 1998)
dalam penelitian Hussain dan Ali (2015). Tujuan utama menggunakan
pencahayaan terang di toko adalah untuk menarik perhatian pelanggan sehingga
mereka mulai melakukan pembelian dari outlet karena kenyamanan mereka. - Warna (Color)
Warna membangun perasaan dan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen
(Banat dan Wandebori, 2012) dalam penelitian Hussain dan Ali (2015). - Tampilan atau Tata Letak (Display atau Layout)
Produk di toko harus ditampilkan sedemikian rupa yang menarik konsumen.
Display produk di toko adalah stimulus untuk menarik konsumen untuk membuat
minat pembelian (Abratt, Russell, Goodey, dan Stephen, 1990) dalam penelitian
Hussain dan Ali (2015). Tata letak didefinisikan sebagai divisi penjualan wilayah,
ruang dimanfaatkan dan penataan produk (Banat dan Wandebori, 2012) dalam
penelitian Hussain dan Ali (2015)
