Lovelock dan Gummeson dalam Thamrin (2012) menjelaskan bahwa jasa
dapat disebut sebagai sistem, yaitu sistem operasi jasa, sistem penyampaian jasa
dapat dijelaskan melalui bauran pemasaran jasa. Kegiatan bengkel Auto2000
adalah pelayanan purna jual yang menyediakan layanan jasa perbaikan mobil,
maka kegiatan bengkel ini dapat dijelaskan melalui bauran pemasaran jasa
(service marketing mix).
Terkait dengan penelitian ini, teori yang disampaikan Jenu Widjaja
Tandjung (2004) yang menyatakan bahwa bauran pemasaran adalah suatu cara
untuk mempengaruhi konsumen dalam membeli suatu produk / jasa dan apabila
strategi tersebut dilakukan dengan baik maka akan dapat mempengaruhi
keputusan konsumen untuk membeli. Secara tidak langsung dengan
terpengaruhnya keputusan konsumen dalam membeli suatu produk, maka niat
pembelian ulang terpengaruh oleh bauran pemasaran.
Dilanjutkan oleh Kotler dan Armstrong (1997) yang menyatakan bahwa
bauran pemasaran merupakan variable-variabel terkendali yang digabungkan
untuk menghasilkan tanggapan yang diharapkan dari pasar sasaran. Tanggapan ini
diharapkan akan menghasilkan penilaian dari konsumen agar perusahaan dapat
mengetahui cara pandang mereka. Menurut Palmer dan Ponsonby dalam Thamrin
(2012), mengatakan bahwa bauran pemasaran (marketing mix) terbagi menjadi 7P
diantaranya produk, harga, promosi, saluran distribusi, proses, partisipan,
lingkungan fisik (product, pricing, place, promotion, process, people, physical
evidence). Maka variabel-variabel tersebut dapat mengukur cara pandang
konsumen terhadap produk yang perusahaan tawarkan. Penilaian dari konsumen
tersebut berpengaruh terhadap niat beli ulang terhadap suatu barang dan jasa.
