Dalam memasarkan suatu produk, lembaga perusahaan harus bisa
mengembangkan strategi pemasaran terhadap produk, promosi yang sesuai
dengan kebutuhan target pasar. Untuk itu produsen harus bisa mengetahui cara
pandang konsumen terhadap produk-produk tersebut. Konsumen akan menilai
produk yang telah dikeluarkan produsen, selanjutnya penilaian ini akan
mempengaruhi niat konsumen. Niat merupakan satu faktor internal (individual)
yang mempengaruhi perilaku konsumen, niat adalah suatu bentuk pikiran yang
nyata dari refleksi rencana pembeli untuk membeli beberapa unit dalam jumlah
tertentu dari beberapa merek yang tersedia dalam periode waktu tertentu
(Schiffman dan Kanuk dalam Sigit, 2006).
Niat beli didefinisikan sebagai pernyataan yang berkaitan dengan batin yang
mencerminkan rencana dari pembeli untuk membeli suatu merek tertentu dalam
suatu periode waktu tertentu (Howard, 1988). Niat beli tersebut merupakan proses
pemenuhan kebutuhan pada seseorang, artinya orang tersebut ingin mendapat
kepuasan dari suatu produk yang mereka gunakan. Dilanjutkan oleh Schnaars
dalam Tjiptono (1997) menyatakan bahwa, kepuasan pelanggan pada dasarnya
merupakan tujuan dari suatu bisnis. Terciptanya kepuasan pelanggan dapat
memberikan beberapa manfaat, diantaranya hubungan antara perusahaan dan
pelanggannya menjadi harmonis, serta memberikan dasar yang baik bagi
pembelian ulang dan terciptanya loyalitas pelanggan.
Pelanggan yang loyal atau setia adalah seseorang yang melakukan
pembelian ulang dari perusahaan yang sama, memberitahukan ke konsumen yang
lain yang potensial dari mulut ke mulut dan menjadi penangkal serangan dari
pesaingnya (Evans dan Laskin, 1994). Disamping itu menurut Hawkins dalam
Yeoh dan Chan (2011) menyatakan bahwa pembelian ulang adalah pembelian
yang terus menerus dari merek yang sama oleh konsumen meskipun mereka
mungkin tidak memiliki keterikatan emosional dengan merek. Maka suatu
pembelian yang dilakukan secara berulang-ulang tidak selalu terkait dengan
loyalitas konsumen. Konsumen bisa saja melakukan pembelian secara terus-
menerus tetapi belum berarti konsumen itu loyal pada produk tersebut.
Maka dalam proses terjadinya pembelian berulang terdapat suatu niat yang
dipengaruhi keputusan yang diambil seseorang. Menurut Cronin dan Taylor dalam
Liu (2005) menjelaskan “pelanggan tidak tiba-tiba membeli suatu layanan”.
Karena ada faktor lain yang mempengaruhi keputusan mereka seperti nilai yang
dirasakan, harga, kemudahan akses, kenyamanan dan lain sebagainya. Penjelasan
ini dapat mendorong untuk meneliti faktor-faktor tersebut yang berpengaruh pada
niat beli ulang
