Faktor yang Mempengaruhi Minat beli


Menurut Kotler dan Susanto (2001), minat beli
merupakan bagian dari perilaku membeli sehingga faktor-
faktor yang mempengaruhi minat beli kurang lebih sama
dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
membeli. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat
beli yaitu:
a. Faktor-faktor Kebudayaan
1) Kultur, adalah faktor penentu keinginan dan
perilaku seseorang yang paling mendasar.
Memperoleh serangkaian tata nilai, persepsi,
preferensi dan perilaku melalui keluarganya
dan lembaga-lembaga lainnya.
2) Sub Budaya, yaitu mempunyai kelompok-
kelompok sub kultur yang lebih kecil yang
memberikan identifikasi dan sosialisasi
anggotanya yang lebih spesifik. Ada empat
macam sub budaya yaitu kelompok
kebangsaan, agama, kelompok ras dan daerah
geografis.
3) Kelas Sosial, yaitu kelompok dalam suatu
masyarakat, yang tersusun secara hirarkis dan
anggota-anggotanya cenderung memiliki nilai,
minat dan tingkah laku yang sama.
b. Faktor-faktor Sosial
1) Kelompok Acuan, kelompok-kelompok yang
mempunyai pengaruh langsung atau tidak
langsung terhadap pendirian atau perilaku
seseorang. Semua ini adalah kelompok dimana
orang tersebut berada atau berinteraksi.
2) Keluarga, anggota keluarga dapat memberikan
pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli.
Keluarga dibedakan menjadi dua bagian.
Pertama keluarga yang dikenal dengan istilah
orientasi keluarga, yang terdiri dari orang tua
seorang. Dari orang tua,seseorang memperoleh
suatu orientasi terhadap agama, politik, dan
ekonomi serta suatu rasa ambisi pribadi,
penghargaan pribadi dan cinta. Kedua,
keluarga prokreasi seseorang, yakni pasangan
dan anak-anak. Keluarga adalah organisasi
pembelian konsumen yang paling penting
dalam masyarakat dan telah diriset secara
ekstensif.
3) Peranan dan Status. Posisi orang dalam setiap
kelompok yang dapat didefinisikan dalam istilah
peran dan status. Suatu peran terdiri dari
kegiatan-kegiatan yang diharapkan dilakukan
oleh seseorang, dimana setiap peran akan
mempengaruhi sebagian dari perilaku
pembeliannya.
c. Faktor-faktor Pribadi
1) Usia dan Tahap Daur Hidup, pembelian orang-
orang terhadap barang dan jasa akan berbeda
sepanjang hidupnya. Penelitian baru-baru ini
telah mengidentifikasi tahap-tahap dalam siklus
hidup psikologis. Orang dewasa mengalami
peralihan atau transformasi sepanjang
hidupnya. Para pemasar memberikan perhatian
khusus pada keadaan hidup yang berubah,
bercerai, menduda, menjanda, menikah lagi
dan pengaruhnya terhadap perilaku konsumsi.
2) Pekerjaan, pekerja seseorang juga
mempengaruhi pola konsumsinya. Para
pemasar berusaha untuk mengidentifikasi
kelompok pekerjaan yang mempunyai minat
lebih dari rata-rata pada produk dan jasa
mereka.
3) Keadaan Ekonomi, meliputi pendapatan yang
dapat dibelanjakan (tingkat pendapatan,
stabilitas, dan pola waktunya), tabungan dan
kekayaan, hutang, kekuatan untuk meminjam,
serta pendirian terhadap belanja dan
menabung.
4) Gaya Hidup, dapat diartikan sebagai sebuah
pola hidup seseorang yang terungkap dalam
kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya
hidup melukiskan “keseluruhan orang” tersebut
yang berinteraksi dengan lingkungannya, para
pemasar akan mencari hubungan antara
produk dengan gaya hidup kelompok.
5) Kepribadian dan Konsep Diri, setiap orang
memiliki kepribadian yang berbeda.
Kepribadian didefinisikan sebagai karakteristik
psikologis yang membedakan setiap orang
yang menyebabkan tanggapan yang relatif
konsisten dan tetap terhadap lingkungannya.
d. Faktor-faktor Psikologis
1) Motivasi, yaitu suatu kebutuhan yang cukup
kuat mendesak untuk mengarahkan seseorang
agar dapat mencari pemuasan terhadap
kebutuhan itu.
2) Persepsi, yaitu proses individu memilih,
merumuskan, dan menafsirkan masukan
informasi dari panca indera untuk menciptakan
suatu gambaran yang berarti mengenai dunia.
Persepsi juga merupakan interpretasi dari
sensasi dan proses pemilihan informasi akan
hal-hal tertentu yang berarti bagi konsumen.
Faktor psikologis persepsi merupakan faktor
yang dapat mempengaruhi perilaku membeli.
Persepsi akan suatu produk menjadi salah satu
karakteristik dasar dalam pemasaran lewat
pemberian perhatian lebih serta penciptaan
produk yang kuat tersebut akan dipersepsi oleh
konsumen dalam melakukan pembelian
(Sulistiyawati, 2010).
3) Pembelajaran, meliputi perubahan perilaku
seseorang yang timbul dari pengalaman.
Sebagian besar perilaku manusia hasil dari
belajar.
4) Keyakinan dan sikap, yakni gambaran
pemikiran dianut seseorang tentang suatu hal
yang diyakini (Utami, 2017)