Dimensi Minat Beli


Minat beli dapat diukur dengan berbagai dimensi.
Secara umum, dimensi tersebut adalah berkenaan dengan
empat dimensi pokok (Priansa, 2017) yaitu:
a. Minat Transaksional
Minat transaksional merupakan kecenderungan
konsumen untuk selalu membeli produk barang
dan jasa yang dihasilkan perusahaan, ini
didasarkan atas kepercayaan yang tinggi terhadap
perusahaan tersebut.
b. Minat Referensial
Minat referensial merupakan kecenderungan
konsumen untuk mereferensikan produknya kepada
orang lain. Minat tersebut muncul setelah
konsumen memiliki pengalaman dan informasi
tentang produk tersebut.
c. Minat Preferensial
Minat preferensial merupakan minat yang
menggambarkan perilaku konsumen yang memiliki
preferensi utama terhadap produk-produk tersebut.
Preferensi tersebut hanya dapat diganti jika terjadi
sesuatu dengan produk preferensinya.
d. Minat Eksploratif
Minat eksploratif merupakan minat yang
menggambarkan perilaku konsumen yang selalu
mencari informasi mengenai produk yang
diminatinya dan mencari informasi untuk
mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
Sedangkan menurut Lucas dan Britt (Fitria, 2018)
mengatakan bahwa aspek-aspek yang terdapat dalam
minat beli antara lain:
a. Perhatian
Adanya perhatian yang besar dari konsumen
terhadap suatu produk, baik barang ataupun jasa.
b. Ketertarikan
Setelah adanya perhatian maka akan timbul rasa
tertarik pada konsumen
c. Keinginan
Perasaan untuk mengingini atau memiliki suatu
produk tersebut.
d. Keyakinan
Keyakinan pada diri individu terhadap produk
tersebut sehingga menimbulkan keputusan (proses
akhir) untuk memperolehnya dengan tindakan yang
disebut membeli.
e. Keputusan
Perilaku konsumen dalam mengambil keputusan
membeli, mempertimbangkan barang dan jasa apa
yang akan dibeli, dimana, kapan, bagaimana,
berapa jumlah, dan mengapa membeli produk
tersebut.