Menurut Tjiptono (2016) kualitas produk memiliki delapan indikator
sebagai berikut:
- Kinerja (performance), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar
dari sebuah produk. - Daya tahan (durability), yang berarti berapa lama atau umur produk yang
bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin
besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin
besar pula daya produk. - Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to spesifications), yaitu
sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi
spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada
produk. - Fitur (features), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk
menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen
terhadap produk. - Reliabilitas (reliability), adalah kemungkina bahwa produk akan bekerja
dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin
kecil kemungkinan terjadi kerusakan maka produk tersebut dapat
diandalkan. - Estetika (aesthetics), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
- Kesan kualitas (perceivid quality), sering dibilang merupakan hasil dari
penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena
terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan
informasi atas produk yang bersangkutan. - Kemampuan melayani (serviceability), meliputi kecepatan dan kemudahan
untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtamahan staff layanan.
