Indikator Kualitas Produk


Menurut Tjiptono (2016) kualitas produk memiliki delapan indikator
sebagai berikut:

  1. Kinerja (performance), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar
    dari sebuah produk.
  2. Daya tahan (durability), yang berarti berapa lama atau umur produk yang
    bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin
    besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin
    besar pula daya produk.
  3. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to spesifications), yaitu
    sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi
    spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada
    produk.
  4. Fitur (features), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk
    menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen
    terhadap produk.
  5. Reliabilitas (reliability), adalah kemungkina bahwa produk akan bekerja
    dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin
    kecil kemungkinan terjadi kerusakan maka produk tersebut dapat
    diandalkan.
  6. Estetika (aesthetics), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
  7. Kesan kualitas (perceivid quality), sering dibilang merupakan hasil dari
    penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena
    terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan
    informasi atas produk yang bersangkutan.
  8. Kemampuan melayani (serviceability), meliputi kecepatan dan kemudahan
    untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtamahan staff layanan.