Hubungan Employee Engagement Pada KnowledgeSharing Behaviour


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rasa tidak
memiliki keterikatan terhadap perusahaan semakin besar
pada karyawan yang akibatnya menyebabkan karyawan
cenderung bersikap skeptis. Hal tersebut berdampak pada
inisiatif dan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan
tidak memiliki efek apapun, tentulah ini akan berpotensi
menular pada karyawan yang lainya (Perrin, 2003; Ellis and
Sorensen, 2007).
Sebuah studi yang dilakukan oleh Ford and Staples
(2008) mengemukakan alasan alternatif untuk kurangnya
berbagi pengetahuan yang didefinisikan sebagai kurangnya
perlindungan pengetahuan, tetapi juga kurangnya
komunikasi pengetahuan. Seorang “karyawan yang terlibat”
adalah orang yang sepenuhnya bekerja dan antusias
terhadap pekerjaan mereka dan akibatnya, mengambil
tindakan positif, seperti berbagi pengetahuan, untukĀ 
memajukan reputasi dan minat organisasi (Rich et al.,
2010; Schaufeli et al., 2002).
Selanjutnya diterangkan dalam penelitian Ford, et al
(2015) bahwa terdapat kontribusi antara teori dan praktik
dari identifikasi berbagi pengetahuan sebagai hasil positif
dari upaya melibatkan karyawan yang kemudian
didefinisikan bahwa dalam meningkatkan keterikatan
karyawan, perlu dengan peningkatan yang berarti dalam
tugas dengan menyertakan berbagi pengetahuan dalam
tugasnya. Hal Ini menyiratkan bahwa berbagi pengetahuan
dipandang sebagai perilaku non formal di tempat kerja dan
para manajer perlu melakukan upaya untuk
mempromosikan hal tersebut sebagai tugas penting yang
berhubungan dengan pekerjaan.