Organizational Citizenship Behavior


Organizational citizenship behavior merupakan alat penting untuk
efektivitas organisasi dan keberhasilan (Ehrhart, 2004). Organizational
citizenship behavior adalah perilaku yang dilakukan oleh seorang
karyawan yang melebihi kewajiban kerja formal, namun berdampak baik
karena mendukung efektivitas organisasi (Robbins, 2008). Terdapat fakta
yang menunjukkan bahwa organisasi yang mempunyai karyawan yang
memiliki organizational citizenship behavior yang baik, akan memiliki
kinerja yang lebih baik dari organisasi lain (Robbins, 2008). Keberhasilan
suatu organisasi ditentukan oleh in-role behavior dan extra-role behavior.
In-role behavior merupakan deskripsi pekerjaan pada suatu organisasi
sedangkan extra-role behavior ialah perilaku karyawan yang dilakukan
untuk organisasi yang bersifat informal. Tingginya extra–role behavior
pada seorang karyawan akan membentuk perilaku kesadaran seorang
karyawan untuk melakukan sesuatu serta berkontribusi untuk organisasi
tanpa perlu ditugas atau bersifat tidak formal.
Adanya in-role behavior dan extra-role behavior tersebut akan
menambah tugas dari karyawan, walaupun extra-role behavior dilakukan
dengan adanya kesadaran dan tanggung jawab dari diri sendiri. Ditambah
dengan aktivitas eksternal seperti lingkungan keluarga, lingkungan sosial
dan kegiatan eksternal lainnya tidak menutup kemungkinan akan terjadi
work overload pada diri karyawan tersebut. Dimensi OCB yang digunakan
pada penelitian ini (Organ, 1988), yaitu

  1. Altruism merupakan perilaku karyawan yang membantu rekan
    kerjanya mengalami kesulitan dalam situasi yang sedang dihadapi
    baik maupun buruk mengenai tugas dalam organisasi maupun masalah
    pribadi orang lain. Dimensi ini juga mengarah kepada memberi
    bantuan bukan merupakan tanggung jawab yang ditanggungnya.
  2. Conscientiousness merupakan perilaku yang ditunjukkan dengan
    berusaha melebihi mengharapkan perusahaan. Perilaku sukarela bukan
    merupakan tanggung jawab atau tugas karyawan. Dimensi ini
    menjangkau jauh diatas dan jauh ke depan untuk memanggil tugas.
  3. Sportmanship merupakan perilaku yang memberikan toleransi
    terhadap lingkungan kerja yang kurang tepat dalam sebuah organisasi
    tanpa mengajukan keberatankeberatan. Dimensi ini jika karyawan
    yang memiliki tingkatan dalam sportsmanship akan menciptakan
    suasana lingkungan kerja yang lebih positif diantara karyawan lainnya
    dalam sebuah organisasi sehingga karyawan merasakan lingkungan
    kerja yang lebih menyenangkan.
  4. Courtesy merupakan perilaku yang menjaga hubungan kerja yang baik
    dengan rekan kerja lain agar terhindari dari masalah-masalah yang
    kecil. Dimensi ini merupakan saling menghargai satu sama lain.
  5. Civic Virtue merupakan perilaku yang mencerminkan peran serta
    bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam organisasi di perusahaan..