Istilah efikasi diri pertama kali diperkenalkan oleh
Bandura dalam Psychological Review nomor 84 tahun
- Menurut Bandura (dalam Jess Feist & Feist,
2012:212). Self efficacy adalah keyakinan seseorang
dalam kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk
kontrol terhadap fungsi orang itu sendiri dan kejadian
dalam lingkungan. Bandura juga menggambarkan self
efficacy sebagai penentu bagaimana orang merasa,
berpikir, memotivasi diri, dan berperilaku (Bandura,
1994:2).
Efikasi diri merupakan salah satu aspek
pengetahuan tentang diri atau self knowwledge yang
paling berpengaruh dalam kehidupan manusia seharihari. hal ini disebabkan efikasi diri yang dimiliki ikut
mempengaruhi individu dalam menentukan tindakan
yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan
termasuk di dalamnya perkiraan berbagai kejadian yang
akan dihadapi.
Efikasi diri yakni keyakinan bahwa seseorang bisa
menuasai situasi dan mendapatkan hasil posistif. Bandura
(Santrock, 2007:286) mengatakan bahwa efekasi diri
berpengaruh besar terhadap perilaku. Sementara itu,
Baron dan Byrne mendeinisikan efekasi diri sebagai
evaluasi seseorang mengenai kemampuan atau
kompentensi dirinya untuk melakukan tugas, mencapai
tujuan, dan mengatasi hambatan.
Pada intinya, efikasi diri adalah keyakinan
seseorang bahwa ia mampu melakukan tugas tertentu
dengan baik. Efikasi diri memiliki keefektifan, yaitu
individu mampu menilai dirinya memiliki kekuatan untuk
menghasilkan pengaruh yang diinginkan. Tingginya
efikasi diri yang dipersepsikan akan memotivasi individu
secara kognitif untuk bertindak lebih tepat dan terarah,
terutama apabila tujuan yang hendak dicapai merupakan
tujuan yang jelas. Spears & Jordan (Prakoso, 1996)
mengistilahkan keyakinan seseorang bahwa dirinya akan
mampu melaksanakan tingkah laku yang dibutuhkan
dalam suatu tugas. Pikiran individu terhadap efikasi diri
menentukan seberapa besar usaha yang akan dicurahkan
dan seberapa lama individu akan tetap bertahan dalam
menghadapi hambatan atau pengalaman yang tidak
menyenangkan.
