Pelatihan Perencanaan Karir


Pelatihan perencanaan karir merupakan suatu rangkaian kegiatan yang
sistematik dan menyeluruh dalam menilai kemampuan diri, tujuan hidup,
kepribadian, hal yang disukai dan yang tidak disukai guna penentuan jalur karir
baik jangka panjang maupun pendek. Pelatihan perencanaan karir membantu
para siswa untuk yakin dengan pilihan yang dibuatnya. Keputusan tersebut
diambil dengan mempertimbangkan kemampuan diri dengan tujuan dan peran di
masa depan dalam dunia kerja (Rothwell, Jakson, Resseler & Jones, 2015).
Pelatihan perencanaan karir dirancang berdasarkan teori experiental
learning yang menyatakan bahwa pelatihan mampu mengubah struktur kognitif,
sikap serta ketrampilan yang dimiliki oleh peserta. Melalui pelatihan, peserta
diarahkan untuk menyadari pentingnya suatu keterampilan dikuasai dan
menyadari komponen-komponen atau langkah-langkah yang perlu dilakukan
supaya suatu keterampilan dapat dikuasai dengan baik (Johnson & Johnson,
2001). Pelatihan melibatkan aktivitas yang nyata, dimana setelah mendapatkan
materi dan keterampilan peserta diminta untuk mempraktekkan materi dan
keterampilan yang diperolehnya. Pelatihan perencanaan karir meliputi berbagai
macam aktivitas yang melibatkan peserta secara langsung, misalnya
menggunakan metode ceramah juga mengisi lembar kerja, diskusi, presentasi
serta permainan.
Pelatihan perencanaan karir dlakukan selama dua hari meliputi empat sesi
berdasarkan aspek-aspek perencanaan karir yang dibutuhkan oleh peserta
pelatihan. Aspek-aspek yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: (a)
penilaian diri sendiri, (b) penentuan tujuan karir yaitu pilihan sekolah lanjutan,
(c) pengumpulan informasi sekolah lanjutan, (d) antisipasi dan pemecahan
masalah dan (e) menyusun rencana karir.
Sesi pertama yaitu sesi Who Am I. Bertujuan untuk mewujudkan impian
masa depan harus dimulai dengan mengenali/memahami segala hal dalam
dirinya yang menyangkut kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Metode yang
akan digunakan adalah permainan, menonton video, ceramah dan pengerjaan
lembar kerja oleh peserta. Kesulitan dalam mengambil keputusan karir
berhubungan dengan cara seseorang menilai kemampuan dirinya dalam
menghadapi tantangan dan kendala karir (Santosa & Himam, 2014). Melalui
pelatihan perencanaan karir dapat meningkatkan efikasi diri dalam pengambilan
keputusan karir pada siswa menjadi lebih adaptif terhadap pemecahan masalah,
khususnya pada siswa perempuan (Scott & Ciani, 2008). Mengenali dan
memaham diri sendiri seseorang menjadi lebih mengetahui tujuan dan arah
hidup yang ingin dicapainya.