Total Quality Management (TQM) mengacu pada penekanan kualitas
yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga
pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan
arahan perusahaan yang terus ingin meraih keunggulan dalam semua aspek
produk dan jasa yang penting bagi pelanggan (Heizer & Render, 2015).
Kotler dalam buku Munjiati Munawaroh (2013) mendefinisikan TQM
sebagai pendekatan organisasi untuk secara terus-menerus memperbaiki
kualitas secara keseluruhan dalam proses organisasi, produk dan jasa.
Perusahaan perlu melakukan usaha perbaikan terus-menerus guna
memenuhi kualitas yang diinginkan oleh pelanggan. TQM merupakan
suatuprogram manajemen kualitas total, yang telah banyak diaplikasikan
oleh perusahaan yang perduli terhadap pentingnya kualitas sebagai alat
untuk mencapai keunggulan kompetitif (Munjiati Munawaroh, 2013).
Menurut Andiyastuti Suratman (2013), TQM menekankan pada
konsumen komitmen manajemen untuk memiliki keinginan yang
berkesinambungan bagi perusahaan untuk mencapai kesempurnaan
disegala aspek barang dan jasa yang penting bagi konsumen. Terdapat 5
konsep TQM yang efektif diantaranya adalah:
a. Perbaikan terus-menerus
b. Pemberdayaan karyawan
c. Perbandingan kinerja (benchmarking)
d. Penyediaan kebutuhan yang tepat pada waktunya (just in time)
e. Pengetahuan mengenai peralatan
