Menurut Nawawi (2003) kepentingan para pemimpin terhadap
kemampuan kerja seorang karyawan cenderung terpusat pada kinerja karyawan.
Pandangan ini mengenai hubungan antara kemampuan kerja karyawan dengan
kinerja pada hakekatnya dapat diringkas dalam pernyataan “seorang pekerja yang
bahagia adalah seorang pekerja yang produktif” banyak yang dilakukan oleh para
pemimpin dalam membuat para pekerjanya merasa senang dalam pekerjaannya.
Selain itu bukti yang cukup jelas bahwa karyawan yang memiliki kemampuan
kerja yang tinggi mempunyai tingkat keluar dari sebuah organisasi atau perusahaan lebih rendah. Pengaruh kemampuan kerja karyawan terhadap keluarnya karyawan karena ketidakpuasan sering dikaitkan dengan tingkat tuntunan dan keluhan
pekerja yang tinggi. Sebaliknya angkatan kerja yang memiliki kemampuan kerja
yang tinggi akan memberikan produktivitas yang tinggi sehingga kinerja yang
tinggi dapat tercapai.
