Penilaian Kinerja Karyawan


Penilaian kerja amat penting bagi suatu perusahaan atau organisasi.Dengan
penilaian kinerja tersebut, suatu organisasi dapat melihat sampai sejauh mana faktor
manusia dapat menunjang tujuan suatu perusahaan atau organisasi. Penilaian
terhadap kinerja dapat memotivasi karyawan agar terdorong untuk bekerja lebih
baik. Oleh karena itu, diperlukan penilaian kerja yang tepat dan konsisten. Proses
penilaian kinerja ini ditunjukkan untuk memahami kinerja seseorang, dimana
kegiatan ini terdiri dari identifikasi, observasi, pengukuran, dan pengembangan
hasil kerja karyawan dalam sebuah organisasi. (Panggabean, 2012, hal. 124).
Tahapan pada proses penilaian meliputi :

  1. Identifikasi
    Identifikasi merupakan tahapan awal dari proses yang terdiri atas penentuan
    unsur-unsur yang akan diamati. Kegiatan ini diawali dengan melakukan analisis
    pekerjaan agar dapat mengenali unsur-unsur yang akan dinilai dan dapat
    mengembangkan skala penilaian. Apa yang dinilai adalah yang berkaitan dengan
    pekerjaan, bukan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
  2. Observasi
    Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan secara seksama dan
    periodik. Semua unsur yang dinilai harus diamati secara seksama agar dapat
    dibuat penilaian yang wajar dan tepat. Observasi yang jarang dilakukan dan tidak
    berkaitan dengan kinerja akan menghasilkan penilaian sesaat dan tidak akurat.
  3. Pengukuran
    Dalam pengukuran, para penilai akan memberikan penilaian terhadap
    tingkat kinerja karyawan yang didasarkan pada hasil pengamatan pada tahap
    observasi.
  4. pengembangan
    Pihak penilai selain memberikan penilaian terhadap kinerja pegawai juga
    melakukan pengembangan apabila ternyata terdapat perbedaan antara yang
    diharapkan oleh pimpinan dengan hasil kerja karyawan.