Karakteristik Budaya Organisasi


Menurut Priansadan Garnida (2013, p.77) berpendapat bahwa budaya
organisasi merupakan sistem nilai yang dikembangkan dan berlaku
dalam suatu organisasi, yang menjadikan ciri khas sebagai sebuah
organisasi. Sebagai sarana untuk mempersatukan kegiatan para anggota
organisasi, budaya organisasi memiliki karakteristik sebagai berikut
inisiatif individual, toleransi terhadap tindakan resiko, pengarahan,
integrasi, dukungan manajemen, kontrol, identitas, sistem imbalan,
toleransi, dan pola komunikasi (Tika 2006, p.10). Karakteristik budaya
organisasi ini menjadikan organisasi berfokus kepada hasil bukan hanya
pada proses, lalu sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan
efek hasil pada individu di dalam organisasi itu. Budaya organisasi ini
juga mengenai sejauh mana karyawan mencermati pekerjaan lebih
presisi dan memfokuskan pada hal – hal yang rinci. Dikutip dalam
jurnal Enno Aldea Amanda, Satrijo Budiwibowo, dan Nik Amah
(2017).
Menurut Robbins dan Judge (2012, p.512) memberikan tujuh
karakteristik budaya organisasi sebagai berikut :

  1. Inovasi dan Keberanian Mengambil Resiko (Innovation and Risk
    Taking), yaitu sejauh mana para anggota organisasi didorong untuk
    bersikap inovatif dan berani mengambil resiko.
  2. Perhatian Terhadap Detail (Attention To Detail), yaitu sejauh mana
    anggota organisasi diharapkan untuk memperlihatkan kecermatan,
    analisis dan perhatian terhadap detail.
  3. Berorientasi Pada Hasil (Outcome Orientation), yaitu sejauh mana
    manajemen berfokus kepada hasil dibandingkan dengan perhatian
    terhadap proses yang digunakan untuk meraih hasil tersebut.
  4. Berorientasi Kepada Manusia (People Orientation), yaitu sejauh
    mana keputusan yang dibuat oleh manajemen memperhitungkan
    efek terhadap anggota – anggota organisasi.
  5. Berorientasi Kepada Kelompok (Team Orientation), yaitu sejauh
    mana pekerjaan secara kelompok lebih ditekankan dibandingkan
    dengan pekerjaan secara individu.
  6. Agresivitas (Aggressiveness), yaitu sejauh mana anggota – anggota
    organisasi berperilaku secara agresif dan kompetitif dibandingkan
    dengan berperilaku secara tenang.
  7. Stabilitas (Stability), yaitu sejauh mana organisasi menekankan
    status sebagai kontras dari pertumbuhan.