Menurut Robbins (2003) budaya organisai dapat dibentuk melalui
beberapa cara, cara tersebut biasanya melalui beberapa tahap yaitu:
1) Sesorang (pendiri) mempunyai sejumlah ide atau gagasan tentang suatu
pembentukan organisasi baru.
2) Pendiri membawa satu atau lebih orang-orang kunci yang merupakan
pemikir dan membentuk sebuah kelompok inti yang mempunyai visi yang
sama dengan pendiri.
3) Kelompok tersebut memulai serangkaian tindakan untuk menciptakan
sebuah organisasi. Mengumpulkan dana, menentukan jenis dan tempat
usaha dan lain-lain mengenai suatu hal yang relevan.
4) Langkah terakhir yaitu orang-orang lain dibawa masuk kedalam organisasi
untuk berkarya bersama-sama dengan pendiri dan kelompok inti dan pada
ahirnya memulai sebuah pembentukan sejarah bersama. Setiap perusahaan
mempunya budaya yang berbeda, tergantung dari apa yang dianut oleh
pemimpin kerika membentuk organisasi tersebut. Budaya dapat bersifat
kuat atau lemah, selain itu ada juga budaya yang sala dan sulit diubah,
semua itu tergantung pada saat komitmen yang ingin dicapai dalam
mendirikan organisasi.
Budaya organisasi banyak berpengaruh pada pola perilaku dalam bidang
(Schein, 1985)
- Niali-nilai perusahaan (masalah baik-buruk, masalah etika).
- Suasana organisasi (bagaimana orang merasa dan beraksi).
- Gaya kepemimpinan (dalam melakukan wewenang).
