Proses Perubahan Budaya Organisasi


Menurut Schein (dalam Kreitner dan Kinichi, 2014: 75) menyatakan bahwa
mengubah budaya organisasi melibatkan proses pengajaran. Para anggota
organisasi mengajari satu sama lain tentang nilai-nilai, kepercayaan, normanorma,
harapan, dan perilaku yang dipilih organisasi. Hal ini dapat dicapai dengan
menggunakan satu atau lebih dari mekanisme-mekanisme berikut ini:

  1. Pernyataan-pernyataan resmi atas filosofi, misi, visi, dan norma-norma
    organisasi yang digunakan untuk merekrut, menyeleksi, dan bersosialisasi.
  2. Desain ruang fisik, lingkungan kerja, dan gedung.
  3. Slogan, bahasa, akronim, dan perkataan.
  4. Merundingkan model peran, program-program pelatihan, pengajaran, serta
    pelatihan oleh para manajer, dan pengawas.
  5. Penghargaan eksplisit, simbol status (contoh, gelar), dan kriteria promosi.
  6. Cerita, legenda, atau mitos mengenai orang-orang dan kejadian-kejadian
    kunci.
  7. Aktivitas-aktivitas, proses, atau hasil organisasi yang menjadi pusat
    perhatian para pemimpin, ukuran, dan kendali.
  8. Reaksi pemimpin atas insiden kritis dan krisis-krisis organisasi.
  9. Arus pekerjaan dan struktur organisasi.
  10. Sistem dan prosedur organisasi.