Dimensi Kualitas Pelayanan


Kualitas pelayanan memiliki beberapa dimensi atau unsur kualitas
pelayanan. Konsep kualitas pelayanan yang dihasilkan oleh Parasuraman adalah
Servqual. Terdapat 5 dimensi kualitas pelayanan menurut Parasuraman dalam
Lupiyoadi (2006) sebagai berikut:

  1. Tangibles, atau bukti fisik yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam
    menunjukkan eksistensinya pada pihak eksternal. Penampilan dan
    kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan
    sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi
    jasa. Ini meliputi fasilitas fisik (Gedung, Gudang, dan lainnya), teknologi
    (peralatan dan perlengkapan yang dipergunakan), serta penampilan
    pegawainya. Secara singkat dapat diartikan sebagai penampilan fasilitas fisik,
    peralatan, personil, dan materi komunikasi.
  2. Reliability, atau keandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan
    pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Harus sesuai
    dengan harapan pelanggan berarti kinerja yang tepat waktu, pelayanan tanpa
    kesalahan, sikap simpatik dan dengan akurasi tinggi. Secara singkat dapat
    diartikan sebagai kemampuan untuk memberikan layanan yang dijanjikan
    secara akurat, tepat waktu, dan dapat dipercaya.
  3. Responsiveness, atau ketanggapan yaitu suatu kemauan untuk membantu dan
    memberikan pelayanan yang cepat (responsive) dan tepat kepada pelanggan,
    dengan penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan konsumen menunggu
    tanpa alasan yang jelas menyebabkan persepsi yang negatif dalam kualitas
    pelayanan. Secara singkat dapat diartikan sebagai kemauan untuk membantu
    pelanggan dengan memberikan layanan yang baik dan cepat.
  4. Assurance, atau jaminan dan kepastian yaitu pengetahuan, kesopan santunan,
    dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya
    pelanggan kepada perusahaan. Dimensi assurance terdiri dari empat
    subdimensi, yaitu :
    a. Competence (Kompetensi) Keahlian dan keterampilan yang harus
    dimiliki penyedia jasa dalam memberikan jasanya kepada pelanggan.
    b. Credibility (Kredibilitas) Kejujuran dan tanggung jawab pihak penyedia
    jasa sehingga pelanggan dapat mempercayai pihak penyedia jasa.
    c. Courtesy (Kesopanan) Etika kesopanan, rasa hormat, dan keramahan
    pihak penyedia jasa kepada pelanggannya pada saat memberikan jasa
    pelayanan.
    d. Security (Keamanan/Keselamatan) Rasa aman, perasaan bebas dari rasa
    takut serta bebas dari keragu-raguan akan jasa pelayanan yang diberikan
    oleh pihak penyedia jasa kepada pelanggannya.
  5. Empathy yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau
    pribadi yang diberikan kepada pelanggan dengan berupaya memahami
    keinginan konsumen dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki suatu
    pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutuhan
    pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu pengoperasian yang nyaman
    bagi pelanggan. Dimensi empathy terdiri dari tiga sub dimensi, yaitu :
    a. Access (Akses) Tingkat kemudahan untuk dihubungi dan ditemuinya
    pihak penyedia jasa kepada pelanggannya.
    b. Communication (Komunikasi) Kemampuan pihak penyedia jasa untuk
    selalu menginformasikan sesuatu dalam bahasa yang mudah dimengerti
    oleh pelanggan dan pihak penyedia jasa selalu mau mendengarkan apa
    yang disampaikan oleh pelanggan.
    c. Understanding Customer (Mengerti Pelanggan) Tingkat usaha pihak
    penyedia jasa untuk mengetahui dan mengenal pelanggan beserta
    kebutuhan-kebutuhannya.