Menurut Murnawan (2014), Fishbone merupakan salah satu cara
meningkatkan kualitas yang ditemukan oleh ilmuwan Jepang pada tahun 1960-an.
Dr. Kaoru Ishikawa adalah seorang ilmuwan yang lahir di Tokyo, Jepang pada tahun
1915 dan juga merupakan alumnus Teknik Kimia di Universitas Tokyo. Fishbone
merupakan alat kendali mutu yang digunakan untuk mendeteksi masalah yang
terjadi di perusahaan. Fishbone digunakan dalam penerapannya untuk
mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi masalah. Oleh karena itu, keberadaan
fishbone dapat memicu eksplorasi secara terus menerus sehingga dapat ditemukan
akar permasalahan di perusahaan tersebut.
Menurut A. Vandy Pramujaya (2019), fishbone diagram merupakan suatu
metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kualitas dan check
point yang meliputi empat jenis bahan atau peralatan, tenaga kerja dan metode.
Alasan yang terkait dengan setiap kategori terkadang terikat pada branch bone yang
berbeda di sepanjang proses curah pendapat.
