Sejarah Perkembangan Manajemen Kualitas


Kualitas sudah dikenal ribuan tahun yang lalu, saat bangsa Mesir kuno
mengukur batu-batu yang dipakai dalam pembuatan piramida. Menurut Ariani
(2014), pada zaman modern ini fungsi dari kualitas berkembang melalui beberapa
tahap yaitu:

  1. Inspeksi (Inspection)
    Konsep dari kualitas modern ini bermula pada tahun 1920-an.
    Kelompok kualitas yang utama yaitu bagian inspeksi. Selama proses
    produksi, inspektur mengukur hasil dari produksi berdasarkan
    spesifikasi yang ada. Bagian inspeksi ini tidak independen, biasanya
    mereka melapor ke pabrik. Hal ini menyebabkan perbedaan
    kepentingan.
  2. Pengendalian Kualitas (Quality Control)
    Tahun 1940-an, kelompok inspeksi berkembang menjadi bagian
    pengendalian kualitas. Karena Perang Dunia II, mengharuskan produk
    militer yang bebas cacat. Hal ini dapat diantisipasi dengan
    pengendalian yang dilakukan selama proses produksi. Tanggung jawab
    kualitas dialihkan ke bagian quality control yang independen. Bagian
    ini memiliki otonomi penuh dan terpisah dari bagian pabrik.
  3. Penjaminan Kualitas (Quality Assurance)
    Rekomendasi dari teknik-teknik statistik sering tidak dapat dilayani
    oleh struktur pengambilan keputusan. Pengendalian kualitas (quality
    control) berkembang menjadi penjaminan kualitas (quality assurance).
    Penjaminan kualitas bekerja sama dengan bagian-bagian lain yang
    bertanggung jawab terhadap kualitas kinerja masing-masing bagian.
  4. Manajemen Kualitas (Quality Management)
    Penjamin kualitas bekerja berdasarkan status quo, sehingga yang
    dilakukan hanya memastikan pelaksanaan pengendalian kualitas.
    Karena itu, untuk mengantisipasi persaingan, aspek kualitas harus
    selalu dievaluasi dan direncanakan perbaikannya.
  5. Manajemen Kualitas Terpadu (Total Quality Management)
    Dalam perkembangan manajemen kualitas, bukan hanya fungsi
    produksi yang mempengaruhi kepuasan pelanggan terhadap kualitas.
    Dalam hal ini tanggung jawab terhadap kualitas tidak hanya
    dibebankan kepada satu bagian tertentu, tetapi tanggung jawab seluruh
    individu yang ada di perusahaan.
  6. Organisasi Belajar (Learning Organization)
    Learning organization menggunakan filosofi continuous quality
    improvement dan konsep manajemen pengetahuan untuk memberikan
    yang terbaik bagi pelanggan.
  7. World-Class Organization
    Filosofi ini berkembang awal abad 20, di mana teknologi informasi
    sudah dikenal luas. Hal ini menyebabkan dalam perkembangannya
    filosofi ini dibarengi dengan konsep e-learning.