Evaluasi kinerja adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk
mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi. Disamping itu juga
untuk menentukan kebutuhan pelatihan kerja secara tepat, memberikan tanggung
jawab yang sesuai kepada karyawan sehingga dapat melaksanankan pekerjaan
dengan baik kedepannya (Mangkunegara, 2005).
Menurut Sunyoto (1999) secara lebih spesifik tujuan evaluasi kinerja adalah:
a. Meningkatkan saling pengertian antara karyawan tentang persyaratan kinerja
b. Mencatat dan mengakui hasil kinerja seorang karyawan, sehingga karyawan
yang lain termotivasi untuk berbuat yang lebih baik
c. Memberikan peluang kepada karyawan untuk mendiskusikan keinginan dan
aspirasi dan meningkatkan kepedulian terhadap kariernya
d. Mendefinisikan kembali sasaran masa depan sehingga karyawan termotivasi
untuk berprestasi sesuai dengan potensinya
e. Memeriksa rencana pelaksanaan dan pengembangan yang sesuai dengan
kebutuhan pelatihan, khusus rencana diklat, dan kemudian menyetujui rencana
itu jika tidak ada hal-hal yang perlu diubah
Adapun indikator dari kinerja karyawan menurut Dharma (2003) terbagi
menjadi tiga, yaitu: kuantitas kerja, kualitas kerja, ketepatan waktu kerja.
Sedangkan, Gomes (1999) dalam Putri (2015) mengemukakan bahwa standar
kinerja karyawan berdasarkan atas: kuantitas kerja, kualitas kerja, pengetahuan
kerja, kreativitas, kerja sama, keteguhan, inisiatif, dan kualitas diri. Tujuan adanya
standar kinerja untuk pedoman karyawan dalam melaksanakan suatu pekerjaan
sehingga karyawan dapat bekerja dengan baik. Selain itu, standar kerja juga
digunakan perusahaan sebagai pedoman untuk mengukur kinerja karyawan.
