Pengembangan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan dengan
berbagai cara, adapun menurut Swasono dan Sulistyaningsih (1993:22-24)
pengembangan manusia dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
- Pengembangan Rasio – Intelektual
Jalur ini menitikbertakan pada pengembangan kualitas manusia melalui
pengembangan kemampuan berfikir atau rasio intelektual yang antara lain
dilaksanakan melalui peningkatan kemampuan untuk menialai keadaan salahbenar. Pendidikan formal diharapkan dapat memberikan kontribusi terbesar
dalam pengembangan rasio – intelektual ini melalui materi dasar hitungmenghitung, membuat perbandingan, mengekspresikan ide melalui tulisan,
membuat keputusan dengan kendala-kendala tertentu dan lain-lain. Termasuk
dalam pendidikan formal ini adalah pengembangan sikap tepat waktu, sikap
kerapihan dan lain-lain. - Pengembangan Intuisi-Bathin
Pengembangan intuisi-bathin berhubugan dengan pengembangan etika
yang biasanya dikaitkan dengan kemampuan seseorang untuk memberi
penilaian baik-buruk suatu keadaan/kondisi. Apabila penilaian salah-benar
ditentukan oleh nilai-nilai tertentu yang dikembangkan melalui jalur
pendidikan formal, maka etika sangat tergantung pada “suara hati” yang
dipengaruhi oleh adat, moral, kebiasaan, agama, dan lain-lain. Peranan
pendidikan keluarga (non-formal) dan agama sangat mempengaruhi suara hati.
Selain itu etika juga dipengaruhi oleh kepribadian seseorang. Sedangkan
kepribadian sangat dipengaruhi oleh faktor genetika, keluarga dari ayah-ibu,
lingkungan social, latar belakang pendidikan, pekerjaan, keluarga dari istri,
banyaknya anak dan lain-lain. - Pengembangan Phisik Manusia
Pengembangan phisik merupakan hal yang terpenting dalam
pengembangan kualitas sumber daya manusia, karena dengan phisik yang sehat
manusia akan dapat menghidupi dirinya sendiri, yang selanjutnya akan
menjurus pada jiwa yang sehat. Pengembangan phisik dilaksanakan dengan
pemenuhan gizi makanan dan latihan gerak badan yang cukup. Pengembangan
lingkungan hidup yang sehat juga merupakan faktor penting dalam
pengembangan phisik manusia
