Dampak Turnover Intention


Tinggi rendahnya turnover intention akan berdampak pada karyawan
maupun perusahaan (Mobley, 2011) berikut dampaknya sebagi berikut :

  1. Beban kerja
    Jika turnover intention karyawan tinggi, maka beban kerja pada karyawan
    akan bertambah karena jumlah karyawan semakin berkurang. Semakin
    tinggi keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan, maka semakin
    tinggi juga beban kerja pada karyawam tersebut.
  2. Biaya penarikan karyawan
    Hal ini berhubungan tentang waktu dan fasilitas untuk wawancara dalam
    proses seleksi karyawan, penarikan dan mempelajari penggantian karyawan
    yang mengundurkan diri.
  3. Biaya latihan
    Berhubungan dengan departemen personalia dan karyawan yang dilatih.
    Pelatihan diberikan kepada karyawan baru. Jika turnover intention tinggi
    dan banyak karyawan yang keluar dari perusahaan, maka dapat
    mengakibatkan meningkatan biaya pelatihan karyawan.
  4. Adanya produksi yang hilang saat pergantian karyawan
    Jika turnover intention meningkat maka akan berkurangnya jumlah
    karyawan dan dapat menurunkan jumlah produksi atau pencapaian target
    penjualan. Terlebih bila karyawan keluar dari perusahaan adalah karyawan
    yang memiliki produktivitas yang tinggi, perusahaan akan mengalami
    kerugian secara finansial.
  5. Banyak pemborosan karena tingginya turnover maka perusahaan harus
    melakukan penerimaan karyawan baru. Hal ini membuat perusahaan
    mengeluarkan biaya-biaya yang bisa dihindari jika dapat mengelola SDM
    dengan baik agar karyawan dapat bertahan lama diperusahaan.
  6. Memicu stress karyawan.
    Stress karyawan dapat terjadi pada karyawan saat karyawan lama harus
    beradaptasi dengan karyawan baru. Dampak yang buruk dari stress ini
    adalah memicu karyawan yang telah menetap mempunyai keinginan untuk
    keluar dari perusahaan