Tinggi rendahnya turnover intention akan berdampak pada karyawan
maupun perusahaan (Mobley, 2011) berikut dampaknya sebagi berikut :
- Beban kerja
Jika turnover intention karyawan tinggi, maka beban kerja pada karyawan
akan bertambah karena jumlah karyawan semakin berkurang. Semakin
tinggi keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan, maka semakin
tinggi juga beban kerja pada karyawam tersebut. - Biaya penarikan karyawan
Hal ini berhubungan tentang waktu dan fasilitas untuk wawancara dalam
proses seleksi karyawan, penarikan dan mempelajari penggantian karyawan
yang mengundurkan diri. - Biaya latihan
Berhubungan dengan departemen personalia dan karyawan yang dilatih.
Pelatihan diberikan kepada karyawan baru. Jika turnover intention tinggi
dan banyak karyawan yang keluar dari perusahaan, maka dapat
mengakibatkan meningkatan biaya pelatihan karyawan. - Adanya produksi yang hilang saat pergantian karyawan
Jika turnover intention meningkat maka akan berkurangnya jumlah
karyawan dan dapat menurunkan jumlah produksi atau pencapaian target
penjualan. Terlebih bila karyawan keluar dari perusahaan adalah karyawan
yang memiliki produktivitas yang tinggi, perusahaan akan mengalami
kerugian secara finansial. - Banyak pemborosan karena tingginya turnover maka perusahaan harus
melakukan penerimaan karyawan baru. Hal ini membuat perusahaan
mengeluarkan biaya-biaya yang bisa dihindari jika dapat mengelola SDM
dengan baik agar karyawan dapat bertahan lama diperusahaan. - Memicu stress karyawan.
Stress karyawan dapat terjadi pada karyawan saat karyawan lama harus
beradaptasi dengan karyawan baru. Dampak yang buruk dari stress ini
adalah memicu karyawan yang telah menetap mempunyai keinginan untuk
keluar dari perusahaan
