Pengertian Turnover Intention


Intensi merupakan niat atau keinginan yang timbul pada seseorang untuk
melakukan sesuatu. Sedangkan, turnover adalah berhentinya atau penarikan diri
seseorang karyawan dari tempatnya bekerja. Artinya, turnover intention (intensi
keluar) merupakan kecenderungan atau niat seorang karyawan untuk berhenti
bekerja dari pekerjaannya (Zeffane, 1994).
Turnover Intention dapat juga diaartikan sebagai kecenderungan atau niat
karyawan untuk berhenti bekerja dari pekerjaannya secara sukarela atau pindah ke
tempat kerja yang lain menurut pilihannya sendiri (Mobley, 2011a). Turnover
Intention merupakan kecenderungan sikap atau tingkat dimana seorang karyawan
memiliki kemungkinan untuk meninggalkan organisasi atau mengundurkan diri
secara sukarela dari pekerjaannya (Grant, et.al,. 2001).
Turnover pada kenyataannya yang dihadapi oleh perusahaan yaitu berapa
jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan pada periode tertentu,
sedangkan turnover intention mengacy pada hasil evaluasi seorang karyawan
mengenai kelanjutan hubungan dengan perusahaan yang belum terwujud dalam
tindakan pasti meninggalkan perusahaan. Turnover dapat berupa pengunduran
diri, perpindahan keluar, dan pemberhentian atau kematian.
Tingkat turnover merupakan kriteria untuk mengetahui stabilitas yang
terjadi di suatu perusahaan, dan juga dapat mencerminkan kinerja dari perusahaan
tersebut. Tinggi rendahnya turnover karyawan pada perusahaan berdampak
terhadap tinggi rendahnya biaya perekrutan, seleksi dan pelatihan yang harus
ditanggung oleh perusahaan (Woods & Macaulay, 1989).
Penarikan diri seseorang keluar dari suatu organisasi (turnover) dapat
diputuskan secara 2 sebab (Robbins, 2006) yaitu:

  1. Sukarela (voluntary turnover).
    Voluntary turnover atau quit adalah sebuah keputusan dari karyawan untuk
    meninggalkan perusahaan secara sukarela yang disebabkan oleh faktor
    seberapa menarik pekerjaan yang ada saat ini, dan adanya alternatif
    pekerjaan lainnya.
  2. Tidak sukarela (involuntary turnover).
    Sebaliknya, involuntary turnover atau pegambaran suatu keputusan dari
    pemberi kerja (employer) untuk memberhentikan hubungan kerja yang
    bersifat uncontrollable bagi karyawan yang mengalaminya (Shaw & Gupta,
    1998)