Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan suatu sikap umum seorang
karyawan terhadap aspek-aspek pekerjaannya (Robbins, 2006). Kepuasan kerja
meliputi reaksi atau sikap kognitif, afektif dan evaluatif emosi yang bahagia
atau emosi positif berasal dari penilaian pekerjaan atau pengalaman kerja
seseorang. Kepuasan kerja berkenaan dengan individu bukan keluarga dan
menyangkut kondisi masa lalu. Terdapat lima indikator yang ada dalam
kepuasan kerja (Luthans, 2006), yaitu :
- Pekerjaan itu sendiri (The Work Itself).
Dimana organisasi atau perusahaan memberikan pekerjaan dengan tugas
yang menarik, dapat dijadikan menjadi kesempatan untuk belajar, dan
kesempatan untuk menerima tanggung jawab. - Gaji (Pay).
Gaji merupakan sistem timbal balik yang diterima oleh seorang karyawam
sebagai imbal jasa atas keterlibatannya dalam mewujudkan pencapaian
tujuan dan kinerja pada suatu organisasi. - Kesempatan promosi (Promotion Opportunities)
Kesempatan untuk lebih maju dan berkembang di organisasi bagi karyawan
yang teladan serta mempunyai hasil kinerja baik. Promosi juga memberikan
individu status sosial yang lebih tinggi dan tanggung jawab yang lebih
banyak. - Supervisi (Supervision)
Pemimpin atau manajer harus memiliki gaya kepemimpinan yang tepat dan
baik untuk dapat memuaskan bawahannya. Hal itu dapat membuat
bawahannya cenderung patuh kepada atasannya dan akan mempunyai
semangat kerja yang tinggi. - Hubungan dengan teman kerja (Coworkers)
Hal ini merupakan faktor yang penting untuk menciptakan kepuasan kerja
karena manusia merupakan makhluk sosial saling membutuhkan interaksi
dengan individu lain. Dengan terciptanya hubungan yang baik di antara
rekan sekerja maka rasa nyaman dan aman dalambekerja akan tercipta di
dalamnya sehingga kepuasan kerja dapat terwujud.
