Lingkungan Kerja Fisik


Lingkungan juga bisa mempengaruhi kinerja seseorang. Situasi
lingkungan yang kondusif, misalnya dukungan dari atasan, teman kerja, sarana
dan prasarana yang memadai akan menciptaka kenyamanan tersendiri dan akan
memacu kinerja yang baik. Sebaliknya, suasana kerja yang tidak nyaman karena
sarana dan prasarana yang tidak memadai, tidak adanya dukungan dari atasan,
dan banyak terjadi konflik akan memberi dampak negatif yang mengakibatkan
kemerosotan pada kinerja seseorang.
Suatu kondisi lingkungan kerja dapat dikatakan baik apabila lingkungan
kerja tersebut sehat, nyaman, aman dan menyenangkan bagi karyawan dalam
menyelesaikan pekerjaannya.
Lingkungan Kerja Fisik dapat di artikan semua keadaan yang ada disekitar
tempat kerja, yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Lingkungan kerja
yang kurang baik menurut Kaswan (2016: 12), seperti suhu ruangan, dan
kebisingan merupakan faktor yang menjadi kendala kinerja.
Kondisi lingkungan menurut Donni Juni Priansa (2016: 222), merupakan
unsur-unsur yang datang dari luar diri karyawan yang dapat menghambat atau
mendorong karyawan. Dalam lingkungan organisasi, kondisi lingkungan kerja
harus dikelola untuk meningkatkan motivasi karyawan.
Kondisi kerja menurut Arif Yusuf Hamali (2016: 207), merupakan
kebutuhan-kebutuhan fisik yang jika terpenuhi akan memuaskan karyawan
dalam bekerja. Ruangan kerja yang sempit, panas, cahaya lampu yang
menyilaukan mata akan menimbulkan keengganan karyawan untuk bekerja.
Perusahaan dalam hal ini harus menyediakan ruang kerja yang menunjang.
Menurut Nitisemito (dalam Darmawan, 2017: 14), Indikator-indikator
dalam lingkungan kerja:
a. Pewarnaan
b. Kebersihan
c. Penerangan
d. Pertukaran udara
e. Keamanan
f. Kebisingan