Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dalam bidang kerja tertentu
diperlukan kompetensi yang memadai. Kompetensi mempunyai peranan yang
amat penting, karena kompetensi pada umumnya menyangkut kemampuan dasar
seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Tanpa adanya kompetensi maka
seseorang akan sulit menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan standar
yang dipersyaratkan. Oleh karenanya perusahaan dapat mencapai keberhasilan
apabila didukung pegawai yang berkompetensi tinggi.
Kata kompetensi menurut Wibowo (2016: 172), memiliki elemen dasar
yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku. Secara umum
kompetensi adalah tingkat keterampilan, pengetahuan, dan perilaku yang
dimiliki oleh seorang individu dalam melaksanakan tugas yang dibebankan
kepadanya dalam organisasi.
a. Perilaku, merupakan karakteristik dan kualitas seseorang yang dibawa ke
tempat kerja, seperti kejujuran, empati, stamina, dan lain-lain
b. Keterampilan, Merupakan keterampilan kerja yang dibutuhkan dalam
bidang tugas masing-masing, seperti mengoperasikan mesin, kejelasan, dan
keberanian dalam menulis, memaparkan, memeriksa kendaraan, dan lainlain.
c. Pengetahuan, dibutuhkan seseorang untuk menerapkan atribut/ sifat dan
keterampilannya secara kolektif, seperti latar belakang kebijaksanaan,
pemahaman konteks, persyaratan yang sah, tujuan bisnis, dan lain-lain.
Kompetensi menurut Robbins (2015: 35), kompetensi adalah suatu
kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan.
Selain itu disebutkan pula bahwa seluruh kemampuan seorang individu disusun
oleh 2 (dua) faktor yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan fisik.
a. Kemampuan intelektual
Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk
melakukan aktivitas mental, berpikir, penalaran, dan memecahkan masalah.
b. Kemampuan fisik
Kemampuan fisik adalah kapasitas untuk melakukan tugas yang menuntut
stamina, ketangkasan, kekuatan, dan karakteristik-karateristik yang sama.
Pekerjaan berbeda-beda dari sisi permintaannya atas kemampuan
intelektual. Kinerja seorang karyawan memiliki hubungan dengan kemampuan
intelektual karyawan tersebut. Semakin kompleks suatu pekerjaan, semakin
diperlukan juga kecerdasan karyawan untuk melakukan pekerjaan dengan
sukses.
