Menurut Husnan (2003: 266) Abnormal return adalah:
“selisih antara tingkat keuntungan sebenarnya dengan tingkat keuntungan
yang diharapkan”.
Sedangkan Jogiyanto (2010) dalam Nilam (2010:28),
“Abnormal return merupakan kelebihan dari imbal hasil yang
sesungguhnya terjadi (actual return) terhadap imbal hasil normal”. Imbal
hasil normal merupakan imbal hasil ekspektasi (expected return) atau
imbal hasil yang diharapkan oleh investor”.
Syahyunan (2015:245) berpendapat:
“Abnormal return adalah suatu istilah yang menunjukkan suatu
keuntungan atau return yang tidak normal/lazim.
Sedangkan menurut Bodie et al. (2008:627),
“Abnormal Return atau return tidak normal adalah imbal hasil suatu saham
yang melebihi perkiraan pasar.”
Dengan demikian imbal hasil tidak normal (abnormal return) adalah
selisih antara imbal hasil sesungguhnya yang terjadi dengan imbal hasil
ekspektasi.
Studi peristiwa menganalisis return tidak normal dari sekuritas yang
mungkin terjadi di sekitar pengumuman dari suatu peristiwa. Abnormal return
atau excess return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi
terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasi atau
predicted return (return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian
abnormal return adalah selisih antara return sesungguhnya dengan return
ekspektasi. Return sesungguhnya merupakan return yang terjadi pada waktu ke-t
yang merupakan selisih harga sekarang relatif terhadap harga sebelumnya.
Sedangkan return ekspektasi merupakan return yang harus diestimasi. Return
ekspektasi adalah estimasi nilai investasi, termasuk perubahan harga dan
pembayaran atau dividen, dihitung dari kurva distribusi probabilitas dari semua
kemungkinan tingkat pengembalian. Secara umum, jika aset berisiko,
pengembalian yang diharapkan akan menjadi risk-free rate of return ditambah
premi risiko tertentu. disebut juga nilai yang diharapkan.
