Komitmen organisasi identik dengan rasa kecintaan seorang
individu terhadap entitas dimana orang tersebut berkontribusi. Komitmen
dapat terbentuk dari berbagai macam hal, baik dari dalam diri individu
tersebut maupun organisasi. Individu yang memiliki komitmen yang tinggi
terhadap organisasi dapat dikarenakan kesamaan nilai perusahaan dengan
nilai pribadi, kepuasan individu dengan pekerjaan yang diberikan,
kepantasan kompensasi, keamanan dan kenyamanan fasilitas tempat kerja,
kejelasan jenjang karir dan lain – lain. Organisasi dapat menciptakan
komitmen organisasi pada diri tiap individu dengan memenuhi apa yang
mereka janjikan kepada individu yang berkontribusi pada organisasi
tersebut.
Luthans (2008; 147) mengartikan komitmen organisasi sebagai:
1) . A strong desire to remain a member of particular
organization; Keinginan yang kuat untuk seseorang
mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tertentu.
2) A willingness to exert high levels of effort on behalf of the
organizations; Sebuah kemauan yang kuat untuk berusaha
mempertahankan nama organisasi.
3) A definite belief in, and acceptance of, the values and goals of
the
organization; Keyakinan dan penerimaan nilai-nilai dan tujuan
organisasi.
Menurut Robbins (2001:123) komitmen pada organisasi merupakan
suatu keadaan dimana seorang karyawan memihak pada suatu organisasi
dan tujuan tujuannya, serta berniat memelihara keanggotaan dalam
organisasi itu; “Organizational commitment is the collection of feelings
and beliefs that peoplehave about their organization as a whole”
