Motivasi


Motivasi secara bahasa berasal dari kata movere (bahasa latin) yang
berarti dorongan, keinginan, sebab, atau alasan seseorang melakukan
sesuatu. Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang
mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan
tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible
yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku
dalam mencapai tujuan (Rivai, 2005). Dorongan tersebut terdiri dan 2
(dua) komponen, yaitu: arah perilaku (kerja untuk mencapai tujuan), dan
kekuatan perilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja). Motivasi
meliputi perasaan unik, pemikiranan dan pengalaman masa lalu yang
merupakan bagian dari hubungan internal dan eksternal lembaga. Selain
itu motivasi dapat pula diartikan sebagai dorongan individu untuk
melakukan tindakan karena mereka ingin melakukannya. Apabila individu
termotivasi, mereka akan membuat pilihan yang positif untuk melakukan
sesuatu, karena dapat memuaskan keinginan mereka (Rivai, 2005).
Robbins (2008) mendifinisikan motivasi (motivation) sebagai
proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu
untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi tersebut
adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Intensitas berhubungan dengan
seberapa giat seseorang berusaha. Ini adalah elemen yang paling banyak
mendapat perhatian ketika membicarakan tentang motivasi. Namun,
intensitas yang tinggi sepertinya tidak akan menghasilkan prestasi kerja
yang memuaskan kacuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang
menguntungkan organisasi. Dengan demikian, kita harus
mempertimbangkan kualitas serta intensitas upaya secara bersamaan.
Upaya yang diarahkan dan konsisten dengan tujuan-tujuan organisasi
merupakan jenis upaya yang seharusnya kita lakukan. Terakhir, motivasi
memiliki dimensi ketekunan. Dimensi ini merupakan ukuran mengenai
berapa lama seseorang bisa mempertahankan usahanya. Individu-individu
yang termotivasi bertahan melakukan suatu tugas dalam waktu yang cukup
lama demi mencapai tujuan mereka (Robbins, 2008).