Aspek-aspek Kinerja Karyawan


Wirawan (2009:105) menjelaskan bahwa secara umum aspek-aspek
kinerja dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yang dalamnya
terkandung indikator-indikator dari kinerja, yaitu adalah sebagai berikut:
a. Hasil kerja
Hasil kerja adalah hal yang dihasilkan dari apa yang telah
dikerjakan (keluaran hasil atau keluaran jasa), dapat berupa barang
dan jasa yang dihitung dan diukur kuantitas dan kualitasnya.
Kualitas kerja yang merupakan kemapuan karyawan menunjukkan
kualitas hasil kerja yang ditinjau dari segi ketelitian dan kerapian.
Kuantitas kerja yang merupakan kemampuan karyawan dalam
menyelesaikan sejumlah hasil tugas pada setiap harinya (Wirawan,
2009:105).
b. Perilaku kerja
Dalam kesehariannya di tempat kerja, seorang karyawan akan
menghasilkan dua bentuk perilaku kerja, yaitu:
1) Perilaku pribadi adalah perilaku yang tidak ada hubungannya
dengan pekerjaan, contohnya cara berjalan, cara makan siang,
dll.
2) Perilaku kerja adalah perilaku karyawan yang berhubungan
dengan pekerjaannya, contohnya disiplin kerja, perilaku yang
disyaratkan dalam prosedur kerja dan kerja sama, komitmen
terhadap tugas, ramah pada pelanggan, dll. Perilaku kerja juga
bisa meliputi inisiatif yang dihasilkan untuk memecahkan
permasalahan kerja, seperti ide atau tindakan yang dihasilkan,
serta mampu untuk membuat alternatif solusi demi
memperlancar pekerjaan, agar dapat menghasilkan kinerja
tinggi. Disiplin kerja merupakan suatu sikap dan perilaku yang
berniat untuk menaati segala peraturan organisasi yang didasari
atas kesadaran diri untuk menyesuaikan diri dengan peraturan
organisasi atau perusahann. Kerja sama (team work) adalah
keinginan untuk bekerja sama dengan orang lain secara
kooperatif dan menjadi bagian dari kelompok.
c. Sifat pribadi
Sifat pribadi adalah sifat yang dimiliki oleh setiap karyawan. Sifat
pribadi karyawan yang diperlukan dalam melaksanakan
pekerjaannya. Sebagai seorang manusia biasa, seorang karyawan
memiliki banyak sekali sifat bawaan, artinya sifat yang memang
sudah dibawa sejak lahir atau watak. Sifat bawaan yang diperoleh
sejak lahir ini akan diperkuat oleh pengalaman-pengalaman yang
diperoleh pada saat manusia beranjak dewasa. Untuk dapat
menunjang pekerjaan agar dapat terlaksana dengan baik maka
seorang karyawan memerlukan sifat pribadi tertentu seperti
kemampuan beradaptasi yang merupakan kemampuan seseorang
dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya, kesabarn
yang merupakan menunggu, bertahan, atau menghindari respon
buruk dalam bekerja untuk beberapa saat sampai dapat merasa
tenang dan pikiran dapat berfungsi kembali dengan baik, dan
kejujuran dalam bekerja merupakan menceritakan informasi,
fenomena yang ada dan sesuai dengan realitas tanpa ada perubahan
dalam menyelesaikan pekerjaan.