Kinerja berasal dari pengertian performance. Ada pula yang
memberikan pengertian performance sebagai hasil kerja atau prestasi
kerja. Namun sebenarnya kinerja mempunyai makna yang luas, bukan
hanya hasil kerja, tetapi termasuk bagaimana proses pekerjaan
berlangsung (Wibowo, 2007:7).
Lebih lanjut Simamora (2006) menyampaikan bahwa kinerja
(performance) mengacu kepada kadar pencapaian tugas-tugas yang
membentuk sebuah pekerjaan karyawan dan merefleksikan seberapa baik
karyawan memenuhi persyaratan sebuah pekerjaan, namun sering
disalahtafsirkan sebagai upaya (effort) yang mencerminkan energi yang
dikeluarkan, kinerja diukur dari segi hasil.
Armstrong dan Baron (Wibowo,2007:7) menjelaskan bahwa
kinerja merupakan pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan
tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan
kontribusi ekonomi.
Robbins (2003:98) mengatakan kinerja adalah sebagai fungsi
interaksi antara kemampuan atau Ability (A), motivasi atau motivation
(M), dan peluang atau Opportunity (O) yaitu kinerja= f (A x M x O) yang
artinya kinerja merupakan fungsi dari kemampuan, motivasi dan peluang.
