Lingkungan kerja merupakan bagian terpenting yang menjadi perhatian
dari manajemen. Lingkungan kerja memiliki pengaruh secara langsung kepada
kegiatan proses kerja karyawan. Lingkungan yang kondusif sangat berpengaruh
terhadap aktivitas kerja karyawan, selain dengan suasana nyaman dan aman maka
karyawan dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Lingkungan kerja yang
nyaman akan menghasilkan rasa percaya terhadap suatu perusahaan, hal itu dapat
dibuktikan dengan karyawan yang bekerja dengan aman dan nyaman pada setiap
aktivitasnya di perusahaan maka karyawan akan memiliki rasa betah dan bertahan
pada pekerjaannya, begitupun sebaliknya dimana lingkungan kerja yang kurang
kondusif dan tidak nyaman untuk bekerja maka produktivitas kerja karyawan akan
menurun, hal ini dapat mempengaruhi keberlangsungan aktivitas perusahaan yang
dapat menyebabkan karyawan tidak betah pada pekerjaannya dikarenakan
lingkungan kerja yang jauh dari aman dan nyaman.
Menurut Leblebici dalam Aspiyah (2016) mengatakan dalam mencapai
produktivitas karyawan yang tinggi, suatu organisasi harus memastikan bahwa
lingkungan fisik akan menghasilkan kebebasan dan interaksi yang memfasilitasi
kebutuhan organisasional, formalitas dan informalitas, kemampuan dan
kedisiplinan. Menurut Sedarmayanti dalam Panjaitan (2017) menyatakan
lingkungan kerja secara fisik dalam arti semua keadaan yang terdapat di sekitar
karyawan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Dapat disimpulkan
bahwa lingkungan kerja meliputi lingkungan kerja fisik dan non fisik. Lingkungan
kerja fisik yaitu kondisi berbentuk fisik dimana terdapat pada tempat kerja yang
dapat mempengaruhi kerja karyawan mau secara langsung atau tidak langsung.
Lingkungan kerja non fisik ialah dimana keadaan terjadi berkaitan dengan
hubungan kerja dengan rekan kerja, atasan maupun bawahan.
