Kedisiplinan merupakan kunci utama dalam mencapai tujuan perusahaan.
Dengan adanya disiplin berarti karyawan secara sadar bersedia melaksanakan
tanggung jawab dan tugasnya dengan optimal. Tujuan dari disiplin yaitu untuk
meningkatkan efisiensi dalam bekerja dengan semaksimal mungkin demi
mencegah terjadinya kecelakaan dalam bekerja seperti adanya kehilangan atau
kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian karyawan yang tidak hati-hati dalam
bekerja. Dengan adanya disiplin dapat mencegah terjadinya kemalasan dan
keterlambatan kerja karyawan serta dapat mengatasi perbedaan pendapat antar
karyawan serta mencegah ketidakpatuhan yang dilakukan karyawan dikarenakan
salah penafsiran. Disiplin ditujukan untuk melindungi perilaku karyawan dengan
menetapkan peraturan dan ketentuan yang telah disepakati bersama demi
terwujudnya tujuan perusahaan.
Karyawan yang taat terhadap peraturan yang berlaku membuktikan bahwa
kondisi disiplin berjalan dengan baik maupun sebaliknya untuk karyawan yang
sering melanggar peraturan yang berlaku maka mempunyai disiplin kerja yang
buruk. Menurut Rivai dalam Sinambela (2016) menjelaskan bahwa disiplin
memiliki beberapa komponen :
1. Kehadiran
Hal ini menjadi indikator yang mendasar untuk mengukur kedisiplinan, dan
biasanya karyawan yang memiliki disiplin kerja rendah terbiasa untuk
terlambat dalam bekerja.
2. Ketaatan pada peraturan kerja
Karyawan yang taat pada peraturan kerja tidak akan melalaikan prosedur kerja
dan akan selalu mengikuti pedoman kerja yang ditetapkan oleh perusahaan
3. Ketaatan pada standar kerja
Hal ini dapat dilakukan melalui besarnya tanggung jawab karyawan terhadap
tugas yang diamanahkan kepadanya.
4. Tingkat kewaspadaan tinggi
Karyawan memiliki kewaspadaan tinggi akan selalu berhati-hati, penuh
perhitungan dan ketelitian dalam bekerja, serta selalu menggunakan
kewaspadaan tersebut secara efektif dan efisien.
5. Bekerja etis
Beberapa pegawai mungkin melakukan tindakan yang tidak sopan ke
pelanggan atau terlibat dalam tindakan yang tidak pantas. Hal ini merupakan
salah satu bentuk tindakan indisipliner sehingga bekerja etis sebagai salah satu
wujud dari disiplin kerja karyawan.
Menurut Hasibuan dalam Sinambela (2016) menyatakan pada dasarnya,
ada banyak indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan seorang karyawan.
1. Tujuan dan Kemampuan
Karyawan yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang rendah
mengenai prosedur kerja, peraturan-peraturan yang berlaku di perusahaan dan
kebijakan perusahaan dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran disiplin
kerja.
2. Keteladan pimpinan
Seorang pimpinan harus memberikan contoh yang baik dan memiliki perilaku
yang positif sehingga dapat menjadi harapan dan sosok panutan untuk
karyawannya.
3. Keadilan
Peraturan diberlakukan untuk seluruh karyawan tanpa melihat jabatan/posisi
karyawan tersebut. Hukuman yang diterapkan harus secara merata dan adil
kepada setiap karyawan yang melakukan indisipliner.
4. Ketegasan
Pemimpin harus bersikap tegas dalam menindak karyawan yang melakukan
pelanggaran kerja, hukuman ini sebagai bentuk introspeksi bagi karyawan
yang melakukan pelanggaran kerja agar tidak melakukan dikemudian hari.
