Aspek psychological contract mengacu pada keyakinan tentang janjijanji seorang karyawan kepada organisasi dan hal-hal yang dijanjikan organisasi
kepada karyawannya. Conway dan Briner (2005: 36) menekankan bahwa aspek
psychological contract mengacu pada keyakinan tentang janji-janji organisasi
kepada karyawannya atas kontribusi mereka terhadap organisasi. Seperti upah,
kesempatan promosi, pelatihan, peningkatan kesejahteraan.
Menurut Rousseau (2000: 4), psychological contract terdiri dari 3 aspek,
yaitu transactional contract, relational contract dan balanced contract.
a. Transactional Contract
Pada dasarnya transactional contract atau kontrak transaksional bersifat
jangka pendek (short term) dan berfokus pada aspek pertukaran ekonomis, jenis
pekerjaan yang sempit (narrow) dan keterlibatan minimal karyawan dalam
organisasi. Terdapat dua dimensi utama yang dikaji dalam kontrak transaksional,
yaitu narrow dan short term.
1) Narrow
Karyawan diwajibkan untuk melakukan hanya serangkaian pekerjaan yang
dalam kontrak merupakan pekerjaan yang diperhitungkan dalam imbal jasa.
Organisasi membatasi keterlibatan karyawan dalam organisasi dan memberikan
kesempatan terbatas untuk pelatihan dan pengembangan.
2) Short Term
Karyawan tidak memiliki kewajiban untuk tetap bekerja di organisasi
selamanya dan berkomitmen untuk bekerja hingga batas waktu tertentu.
Organisasi menawarkan hubungan kerja yang hanya untuk jangka waktu tertentu
dan tidak berkewajiban untuk menjamin karir karyawan jangka panjang. Kontrak
transaksional dikarakteristikan dengan perjanjian yang bersifat moneter dengan
keterlibatan karyawan yang terbatas dalam organisasi maupun hubungannya
dengan individu lain di organisasi sehingga tampak perbedaan yang signifikan
dengan konsep kontrak relasional.
b. Relational Contract
Relational Contract atau Kontrak Relasional memiliki jangka waktu yang
panjang tetapi berakhirnya tidak dapat ditentukan. Jenis kontrak ini juga
melibatkan faktor sosio-emosional, seperti kepercayaan, keamanan, dan loyalitas.
Masing-masing pihak berharap terjadi hubungan timbal balik (reciprocal).
Menurut Rousseau (2000: 4), kontrak relasional dikarakteristikan dengan
hubungan jangka panjang. Lebih lanjut, kontrak relasional tidak terbatas waktu,
memperkenalkan suatu hubungan yang terus menerus antara karyawan dan
organisasi, melibatkan pertukaran uang dan non-monetary reward seperti loyalitas
timbal balik, dukungan, reward terhadap karir, dukungan seperti pelatihan dan
kesempatan pengembangan jangka panjang dalam organisasi. Rousseau (2000: 4)
menyimpulkan bahwa kontrak relasional menyangkut dua dimensi, yaitu dimensi
stability dan loyalty.
1) Stability
Karyawan diwajibkan untuk bekerja pada organisasi untuk jangka waktu yang
relatif lama dan melakukan hal-hal lain untuk mempertahankan pekerjaannya.
Organisasi dalam hal ini menawarkan paket kompensasi yang stabil dan
hubungan kerja jangka panjang.
2) Loyalty
Karyawan diwajibkan untuk mendukung organisasi, menunjukkan kesetiaan
dan komitmen terhadap kebutuhan dan kepentingan organisasi. Selain itu,
karyawan diharapkan menjadi anggota organisasi yang baik. Organisasi
sebaliknya memberikan komitmen untuk menjamin kesejahteraan dan
kebutuhan karyawan beserta keluarganya.
c. Balanced Contract
Balanced contract merupakan perpaduan antara sifat dari kontrak
transaksional dan relasional (Rousseau, 2000: 4). Balanced contract bersifat
dinamis dan open-ended yang berfokus pada keberhasilan ekonomi perusahaan
dan kesempatan karyawan untuk mengembangkan karir. Baik pihak karyawan
maupun perusahaan saling memberikan kontribusi dalam pembelajaran dan
pengembangan. Balanced contract terdiri dari external employability, internal
advancement dan dynamic performance. External employability meliputi
pengembangan karir di luar organisasi. Pada aspek ini, karyawan memiliki
kewajiban untuk mengembangkan keterampilan berharga (marketable skills) di
luar organisasi. Sedangkan kewajiban organisasi yaitu meningkatkan hubungan
kerja jangka panjang baik di dalam maupun di luar organisasi. Internal
advancement meliputi pengembangan karir dalam pasar tenaga kerja internal.
Karyawan berkewajiban untuk mengembangkan keterampilan yang dihargai oleh
organisasi saat ini. Di samping itu, organisasi berkewajiban untuk menciptakan
kesempatan pengembangan karir kepada para pekerja di dalam perusahaan.
Dynamic performance meliputi kewajiban karyawan untuk melakukan hal-hal
yang baru dan membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan agar
menjadi perusahaan yang kompetitif. Sedangkan kewajiban organisasi yaitu
membantu karyawan dalam meningkatkan pembelajaran dan melaksanakan
persyaratan-persyaratan kinerja.
