Menurut Rousseau (1989) kontrak psikologis didefinisikan sebagai keyakinan
individu untuk memperoleh timbal balik antara dirinya dan organisasi yang
memperkerjakannya. Keyakinan ini didasarkan pada persepsi bahwa telah terjadi
pertukaran janji (misalnya kesempatan kerja atau karir) yang mengikat para pihak.
Definisi kontrak psikologis menurut Rousseau (2000) yaitu persepsi kedua belah
pihak terkait perjanjian dan kewajiban timbal balik dalam hubungan kerja antara
organisasi dan individu yang saling menguntungkan.
Kewajiban organisasi dapat mencakup pembayaran gaji, perlakuan yang adil,
pemberian kesempatan yang sama untuk kemajuan, keamanan kerja, pekerjaan
yang menarik, dan pelatihan yang cukup untuk melakukan pekerjaan secara
efektif. Kewajiban dari pihak individu mungkin termasuk tiba di tempat kerja
tepat waktu, berperilaku jujur, dan membantu dalam mencapai tujuan pada
organisasi tersebut. Kewajiban dapat dilengkapi dan disesuaikan dengan
identifikasi janji yang dibuat oleh kedua belah pihak serta berfokus pada studi
antara kewajiban, harapan, komitmen dan janji. (Guest & Conway, 2004)
