Indikator Kinerja Karyawan

Menurut Koopmans, et al. (2014), indikator yang perlu dipertimbangkan
dalam mengevaluasi kinerja meliputi :
1. Kinerja tugas, mengacu pada kemampuan seorang karyawan untuk
melakukan tugas yang utama, yang meliputi kualitas kerja, perencanaan
dan tugas pengorganisasian, berorientasi pada hasil, memprioritaskan, dan
bekerja secara efisien.
2. Kinerja kontekstual, mengacu pada perilaku karyawan yang mendukung
organisasi, dan lingkungan psikologis sosial di mana tugas pekerjaan
sentral dilakukan, misalnya bertanggung jawab untuk pekerjaan, memiliki
inisiatif, senang untuk mengambil pekerjaan yang menantang,
berkomunikasi efektif, mampu bekerja sama, dan untuk menerima dan
belajar dari orang lain.
3. Perilaku kerja kontraproduktif, mengacu pada perilaku yang berbahaya
bagi kelangsungan hidup organisasi, misalnya, melakukan hal-hal yang
merugikan organisasi, untuk melakukan hal-hal yang merugikan rekan
kerja dan atasan, dan sengaja membuat kesalahan.