Definisi Work Engagement

Senthilkumar, (2002) mendefinisikan Work Engagementsebagai “suatu yang
positif, memuaskan, berhubungan dengan pekerjaan”. Work Engagement dikaitkan
dengan aktivasi dan fungsi kesejahteraan yang optimal dirasakan di tempat kerja
(Christian et al., 2011). Work Engagement yang rendah dari karyawan tertentu
mungkin disebabkan oleh faktor eksternal seperti kesehatan yang buruk atau
keseimbangan kehidupan kerja yang buruk. Relatif, karyawan cenderung terlibat
dalam pekerjaan mereka jika mereka tertarik pada diri mereka sendiri untuk
menjalankan peran mereka, kepercayaan dari pihak manajemen diperlukan
(Engelbrecht et al., 2017)
Work Engagement merupakan faktor penting dari dimensi manusia dari
keberlanjutan organisasi (Kim et al., 2019) Work Engagement mengacu pada
“keadaan pikiran yang positif, memuaskan, dan berhubungan dengan pekerjaan yang
dicirikan oleh semangat, dedikasi, dan penyerapan”. Menurut (Schaufeli & Bakker,
2004) keterikatan kerja terdiri dari tiga dimensi yaitu vigor,dedication,absorption.
Vigor mengacu pada keadaan di mana seorang karyawan memiliki tingkat energi,
ketahanan mental, dan kemauan yang tinggi untuk berusaha memecahkan masalah.
Dedication mengacu pada antusiasme dan kebanggaan karyawan dalam pekerjaan
dan rasa keterlibatan yang mendalam. Absorption adalah keadaan konsentratif di
mana karyawan mengidentifikasi diri mereka dengan pekerjaan mereka.
Work Engagement lebih difokuskan pada perilaku aktual yang melibatkan
tugas pekerjaan, kinerja kualitas, pen capaian tujuan dan karakteristik Bakker dan
van Wingerden, (2021). Konsep dari Work Engagement seperti komitmen, motivasi
dan kepuasan kerja berkaitan dengan konsep kerja keterlibatan per karyawan
individu. Menurut Hakanen et al., (2021) bahwa Work Engagement mengacu pada
keadaan motivasi ditandai dengan tingginya tingkat antusiasme dan dedikasi untuk
bekerja, energi fisik dan mental dan penyerapan penuh dalam aktivitas kerja. Selain
itu, Bailey et al., (2017) mempelajari penelitian dan menemukan bahwa Work
Engagement berhubungan positif dengan moral individu, tugas kinerja, kinerja
ekstra-peran dan kinerja organisas