Tujuan Manajemen Keuangan (4)

Tujuan likuiditas dan kelangsungan usaha

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo. Perusahaan yang memiliki laba besar belum tentu likuid apabila asetnya sebagian besar berbentuk persediaan yang lambat terjual, piutang yang sulit tertagih, atau aset tetap yang tidak mudah dikonversi menjadi kas.

Tujuan menjaga likuiditas menjadi penting karena kegagalan memenuhi kewajiban jangka pendek dapat menimbulkan konsekuensi serius, antara lain terganggunya pembelian bahan baku, keterlambatan pembayaran gaji, sanksi dari kreditor, penurunan kepercayaan pemasok, dan risiko kebangkrutan. Oleh sebab itu, manajer keuangan harus menjaga keseimbangan antara investasi pada aset jangka panjang dan ketersediaan dana untuk kebutuhan operasional sehari-hari.

Likuiditas biasanya dianalisis melalui rasio lancar dan rasio cepat.

Current Ratio=Aset LancarLiabilitas Lancar\text{Current Ratio} = \frac{\text{Aset Lancar}}{\text{Liabilitas Lancar}}Current Ratio=Liabilitas LancarAset Lancar​

Quick Ratio=Aset Lancar−PersediaanLiabilitas Lancar\text{Quick Ratio} = \frac{\text{Aset Lancar} – \text{Persediaan}}{\text{Liabilitas Lancar}}Quick Ratio=Liabilitas LancarAset Lancar−Persediaan​

Rasio yang lebih tinggi dapat menunjukkan kemampuan lebih baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Namun, rasio yang terlalu tinggi tidak selalu ideal karena dapat menunjukkan adanya kas menganggur, persediaan berlebihan, atau piutang yang tidak tertagih secara efektif. Oleh sebab itu, penilaian likuiditas harus mempertimbangkan karakteristik industri, pola siklus kas, dan kualitas aset lancar.