Tujuan Manajemen Keuangan (3)

Maksimalisasi nilai perusahaan

Pendekatan maksimalisasi nilai perusahaan dianggap lebih komprehensif karena memasukkan tiga elemen fundamental: besarnya arus kas, waktu penerimaan arus kas, dan risiko yang menyertai arus kas tersebut. Nilai perusahaan meningkat apabila perusahaan mampu menghasilkan arus kas masa depan yang lebih besar, lebih cepat diterima, dan memiliki risiko yang lebih rendah atau terkendali.

Secara konseptual, nilai suatu aset atau perusahaan dapat dirumuskan sebagai nilai kini dari arus kas masa depan.

V=∑t=1nCFt(1+k)tV = \sum_{t=1}^{n} \frac{CF_t}{(1+k)^t}V=t=1∑n​(1+k)tCFt​​

Keterangan:

V=nilai perusahaan atau asetV = \text{nilai perusahaan atau aset}V=nilai perusahaan atau aset

CFt=arus kas pada periode ke-tCF_t = \text{arus kas pada periode ke-}tCFt​=arus kas pada periode ke-t

k=tingkat pengembalian yang disyaratkan atau tingkat diskontok = \text{tingkat pengembalian yang disyaratkan atau tingkat diskonto}k=tingkat pengembalian yang disyaratkan atau tingkat diskonto

n=jumlah perioden = \text{jumlah periode}n=jumlah periode

Persamaan tersebut menjelaskan bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh ekspektasi arus kas masa depan dan tingkat pengembalian yang diminta investor. Apabila risiko perusahaan meningkat, investor cenderung meminta tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Tingkat diskonto yang lebih tinggi akan menurunkan nilai kini arus kas, sehingga nilai perusahaan dapat menurun.

Maksimalisasi nilai perusahaan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan maksimalisasi laba.

  • Mempertimbangkan nilai waktu uang.
  • Menekankan arus kas, bukan hanya laba berbasis akuntansi.
  • Mempertimbangkan tingkat risiko.
  • Mengarahkan perhatian manajemen pada keberlanjutan jangka panjang.
  • Relevan bagi investor karena berhubungan dengan nilai kekayaan mereka.
  • Membantu manajer mengevaluasi keputusan investasi dan pembiayaan secara lebih rasional.

Walaupun demikian, tujuan meningkatkan nilai perusahaan perlu dijalankan secara etis. Perusahaan yang meningkatkan nilai melalui manipulasi laporan keuangan, praktik monopoli, eksploitasi tenaga kerja, perusakan lingkungan, atau penghindaran kewajiban sosial mungkin memperoleh keuntungan jangka pendek, tetapi menghadapi risiko hukum, reputasi, dan keberlanjutan yang tinggi. Karena itu, konsep nilai perusahaan modern semakin terkait dengan tata kelola perusahaan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan.