Keputusan Utama dalam Manajemen Operasional (8)

Manajemen Persediaan

Persediaan adalah sumber daya yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa mendatang. Persediaan dapat berupa bahan baku, barang dalam proses, barang jadi, suku cadang, bahan pembantu, atau persediaan operasional.

Persediaan diperlukan untuk menjaga kelancaran proses, menghadapi ketidakpastian permintaan, mengantisipasi keterlambatan pemasok, dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, persediaan juga menimbulkan biaya, seperti biaya penyimpanan, asuransi, kerusakan, kedaluwarsa, kehilangan, modal yang tertanam, dan risiko usang.

Jenis persediaan antara lain:

  • Persediaan siklus, yaitu persediaan yang digunakan secara normal di antara dua kali pemesanan.
  • Persediaan pengaman, yaitu persediaan tambahan untuk menghadapi ketidakpastian.
  • Persediaan musiman, yaitu persediaan yang disiapkan untuk menghadapi pola permintaan tertentu.
  • Persediaan dalam perjalanan, yaitu persediaan yang sedang dikirim dari satu lokasi ke lokasi lain.
  • Persediaan antisipasi, yaitu persediaan yang disiapkan sebelum terjadi kenaikan permintaan atau gangguan pasokan.

Salah satu konsep penting dalam manajemen persediaan adalah Economic Order Quantity atau EOQ. EOQ bertujuan menentukan jumlah pemesanan yang meminimalkan total biaya persediaan, terutama biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Formula dasar EOQ adalah:

EOQ=2DSHEOQ = \sqrt{\frac{2DS}{H}}EOQ=H2DS​​

Keterangan:

  • DDD adalah jumlah permintaan tahunan.
  • SSS adalah biaya pemesanan per pesanan.
  • HHH adalah biaya penyimpanan per unit per tahun.

Walaupun EOQ bermanfaat sebagai konsep dasar, organisasi modern sering menggunakan pendekatan yang lebih dinamis dengan mempertimbangkan variasi permintaan, waktu tunggu, kapasitas gudang, risiko pemasok, sistem informasi real-time, dan kebutuhan pelanggan.