Desain Proses dan Kapasitas
Desain proses adalah keputusan mengenai bagaimana produk atau jasa akan dihasilkan. Keputusan ini mencakup urutan aktivitas, teknologi, peralatan, tingkat otomatisasi, tata letak, jumlah tenaga kerja, dan standar kerja.
Tipe proses umumnya dapat dikelompokkan menjadi:
- Proses proyek, yaitu proses untuk menghasilkan produk unik dengan volume rendah dan variasi tinggi, seperti pembangunan gedung, produksi film, atau proyek konsultasi.
- Proses batch, yaitu proses produksi dalam kelompok atau lot tertentu, seperti percetakan, produksi roti, dan industri farmasi.
- Proses lini atau repetitive process, yaitu proses dengan volume tinggi serta variasi rendah, seperti perakitan kendaraan.
- Proses kontinu, yaitu proses yang berjalan terus-menerus dengan standar tinggi, seperti produksi semen, minyak, bahan kimia, dan listrik.
- Proses jasa profesional, yaitu layanan dengan kustomisasi tinggi dan keterlibatan tenaga ahli, seperti layanan hukum, konsultasi, atau kesehatan spesialis.
- Proses jasa massal, yaitu layanan bervolume tinggi dengan tingkat standardisasi relatif besar, seperti perbankan ritel, transportasi umum, dan layanan call center.
Kapasitas adalah kemampuan maksimum sistem operasi dalam menghasilkan output selama periode tertentu. Pengelolaan kapasitas penting karena kapasitas terlalu kecil dapat menyebabkan kehilangan penjualan, waktu tunggu panjang, dan ketidakpuasan pelanggan. Sebaliknya, kapasitas terlalu besar dapat meningkatkan biaya tetap dan menurunkan tingkat pemanfaatan aset.
Perencanaan kapasitas perlu memperhatikan ramalan permintaan, teknologi, investasi, ketersediaan tenaga kerja, fleksibilitas fasilitas, dan risiko perubahan pasar. Keputusan kapasitas dapat bersifat jangka panjang, seperti membangun pabrik atau rumah sakit baru, maupun jangka pendek, seperti menambah jam kerja, menggunakan tenaga kontrak, atau melakukan outsourcing.
