Perkembangan Technology Acceptance Model (TAM)  (1)

Teori Technology Acceptance Model (TAM) berkembang dari teori psikologi sosial tentang niat berperilaku menjadi kerangka khusus untuk menjelaskan penerimaan teknologi informasi. Davis (1986; 1989) menempatkan persepsi kegunaan (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) sebagai keyakinan utama yang mendorong niat dan penggunaan aktual teknologi.scielo+1

Latar belakang TAM

TAM lahir dari kebutuhan untuk menjelaskan mengapa sistem informasi yang secara teknis baik belum tentu diterima dan digunakan oleh pengguna. Dalam banyak organisasi, kegagalan implementasi teknologi tidak selalu disebabkan oleh kelemahan perangkat keras atau perangkat lunak, tetapi oleh rendahnya kemauan pengguna untuk mengadopsi sistem tersebut.

Davis (1986) mengembangkan TAM dalam disertasinya sebagai adaptasi Theory of Reasoned Action atau TRA dari Fishbein dan Ajzen (1975). TRA menyatakan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi secara langsung oleh niat berperilaku, sedangkan niat dipengaruhi oleh sikap dan norma subjektif. Davis (1986) menyederhanakan serta mengkhususkan kerangka tersebut untuk konteks teknologi informasi dengan mengganti keyakinan umum dalam TRA menjadi dua keyakinan yang lebih relevan bagi penggunaan sistem, yaitu persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan.scielo+1

Davis (1989) kemudian memvalidasi instrumen pengukuran TAM melalui studi empiris dan menunjukkan bahwa perceived usefulness dan perceived ease of use merupakan determinan penting penerimaan teknologi informasi. Davis (1989) mendefinisikan perceived usefulness sebagai tingkat keyakinan seseorang bahwa penggunaan suatu sistem tertentu akan meningkatkan kinerja pekerjaannya. Sementara itu, perceived ease of use didefinisikan sebagai tingkat keyakinan seseorang bahwa penggunaan sistem tertentu akan bebas dari usaha yang berat.