Faktor budaya
Budaya memengaruhi sistem nilai dan preferensi konsumsi. Nilai budaya dapat menentukan apakah konsumen lebih menekankan harga, kualitas, status, keberlanjutan, kehalalan, keamanan, atau manfaat sosial. Dalam konteks Indonesia, pertimbangan religius, keluarga, komunitas, dan reputasi sosial dapat berperan kuat dalam keputusan membeli makanan halal, kosmetik, jasa keuangan syariah, produk lokal, serta donasi digital.
Faktor sosial
Keluarga dan kelompok referensi dapat memengaruhi keputusan secara langsung atau tidak langsung. Engel et al. (1995) menjelaskan bahwa konsumen sering menggunakan informasi dari orang-orang yang dipercaya untuk mengurangi ketidakpastian, terutama dalam pembelian yang berisiko atau sulit dievaluasi sebelum digunakan.
Dalam era digital, kelompok referensi tidak hanya berupa keluarga atau teman dekat, tetapi juga komunitas daring, content creator, influencer, pengguna platform, serta pemberi ulasan. Namun, pengaruh tersebut sangat bergantung pada
