Kepuasan Kerja


Terdapat beberapa pengertian tentang kepuasan kerja, salah satunya (Locke,
1969) menggambarkan kepuasan kerja adalah keadaan dimana orang
mempresepsikan adanya kesesuaian antara apa yang ia inginkan terkait nilai,
harapan dan kebutuhan dengan apa yang menurutnya bisa dicapai melalui
pekerjaannya. Seseorang tentu akan merasa lebih puas bila presepsi dan
kenyataan yang ada sama dan begitu pula sebaliknya, bila kenyataan dan presepsi
orang itu semakin jauh, maka orang tersebut menjadi semakin tidak puas. Bani-
Hani dkk, (2016) mengungkapkan bahwa kepuasan kerja adalah suatu perasaan
seseorang tentang pekerjaan dan sikap mereka terhadap tiap aspek dalam
pekerjaan, serta presepsi mereka yang bisa mempengaruhi hubungan antar
individu dan organisasi tempat mereka bekerja. Seseorang dengan tingkat
kepuasan kerja yang tinggi, umumnya memiliki sikap yang postif dan begitu juga
sebaliknya.
Semua teori sepakat bahwa pemimpin yang baik mencoba memahami
perilaku manusia dan menerapkan motivasi yang kuat dan efektif, dengan
mengakui pegawai sebagai sumber utama kualitas dan efisiensi, yang mampu
mengambil tindakan dan mencapai keberhasilan. Mengetahui mengapa dan
bagaimana individu termotivasi adalah keuntungan penting bagi seorang
pemimpin, ketika ia bertujuan untuk meningkatkan kepuasan kerja yang dialami
oleh individu-individu tersebut. Dalam konteks penelitian ini, kepuasan kerja
diartikan sebagai perasaan positif yang diekspresikan oleh seorang individu
terhadap pekerjaannya, ketika dia mengevaluasi karakteristik dan hasil
pekerjaannya berdasarkan kebutuhan, insentif, nilai atau tujuan yang dia anggap
penting (De Wolff dkk., 1998).
Menurut Pawirosumarto dkk (2017), kepuasan kerja dipengaruhi oleh
berbagai faktor seperti lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, dan budaya
organisasi. Namun, ketika ekspektasi karyawan terlalu tinggi terhadap organisasi
dan tidak terpenuhi, hal ini justru bisa menimbulkan rasa frustrasi meskipun
lingkungan kerja sudah relatif baik. Selain itu terdapat pengertian lain kepuasan
kerja dimana dijelaskan bahwa hal ini adalah penilaian atau persepsi karyawan
mengenai pekerjaannya yang menghasilkan emosi positif maupun negative
(Widjanarko dkk., 2022). Sehingga kesimpulan dari kepuasan kerja sendiri
adalah sesuainya harapan dan usaha seseorang karyawan dalam perusahaan yang
dapat meningkatkan motivasinya serta semangatnya dalam bekerja di suatu
perusahaan